Electronic Theses and Dissertation
Universitas Syiah Kuala
NULL
PENGARUH PENAMBAHAN 1% ABU CANGKANG KERANG TERHADAP KUAT TEKAN BETON DENGAN NILAI FAS 0,40
Pengarang
VIJAY KURNIAWAN - Personal Name;
Dosen Pembimbing
Nomor Pokok Mahasiswa
1504001010036
Fakultas & Prodi
Fakultas Teknik / Teknik Sipil (D3) / PDDIKTI : 22401
Subject
Kata Kunci
Penerbit
Banda Aceh : Universitas Syiah Kuala., 2021
Bahasa
Indonesia
No Classification
-
Literature Searching Service
Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)
ABSTRAK
Beton merupakan salah satu bahan konstruksi yang umum dipakai untuk konstruksi bangunan. Saat ini telah banyak dilakukan penelitian dengan menambahkan bahan tambah (admixture) ke dalam campuaran beton segar yang bertujuan untuk mengetauhi kekuatan dari beton yang telah ditambah dengan admixture. Bahan tambah yang digunakan sangat beragam mulai dari bahan kimia, bahan organik, maupun limbah yang sudah tidak terpakai. Indonesia merupakan Negara kepulauan yang memiliki hasil laut yang melimpah, salah satunya yaitu kerang. Kerang yang sudah diolah akan menghasilkan limbah yaitu cangkang kerang. Cangkang kerang yang banyak di temukan pada pesisir pantai selama ini hanya berupa limbah dan jarang di daur ulang kembali. Sedangkan, cangkang kerang tersebut mengandung senyawa kimia pozoland yaitu zat kapur, alumunium oksida dan silika, yang mana senyawa kimia tersebut sama dengan senyawa kimia yang terkandung didalam semen. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui nilai kuat tekan beton dengan tambahan 1% abu cangkang kerang dengan membandingan kuat tekan beton normal. Pengujian dilakukan pada saat saat benda uji berumur 7, dan 14 hari dengan menggunakan Faktor Air Semen (FAS) yang digunakan pada penelitian ini adalah 0,40 dengan jumlah benda uji 12 buah benda uji silinder berdiameter 15 cm dan tinggi 30 cm. Masing-masing pengujian terdiri dari 6 benda uji dengan pembagian 6 benda uji untuk normal dan 6 benda uji untuk penambahan cangkang kerang untuk setiap variasi umur menggunakan 3 benda uji. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kuat tekan rata-rata beton normal pada umur 7 hari sebesar 22,10 Mpa dan pada umur 14 hari sebesar 31,47 Mpa. Sedangkan dengan menggunakan cangkang kerang menunjukkan bahwa bahwa kuat tekan rata-rata pada umur 7 hari sebesar 20,49 Mpa, dan pada umur 14 hari sebesar 28,22. Dari hasil penelitian tersebut menunjukkan bahwa beton dengan penambahan 1% abu cangkang kerang menghasilkan kuat tekan yang lebih rendah dari beton normal dengan nilai persentase penurunan kuat tekan yaitu 7,29 % pada pengujian umur beton 7 hari dan 10,33 % pada pengujian umur 14 hari. Abu cangkang kerang dapat digunakan sebagai bahan tambah dalam campuran beton. Disarankan menggunakan faktor air semen (FAS) yang berbeda dan pengujian dilakukan pada umur beton yang lebih lama.
Kata Kunci :, Semen Tipe 2, Abu Cangkang Kerang, Kuat Tekan, FAS 0,40
Tidak Tersedia Deskripsi
STUDI PENGARUH PENAMBAHAN ABU CANGKANG KERANG LOKAN TERHADAP SIFAT FISIS DAN KUAT TEKAN MORTAR (Nurul Icwani, 2025)
PENGARUH PENAMBAHAN JERAMI PADI TERHADAP KUAT TEKAN BETON (Azhari, 2024)
PENGARUH PENAMBAHAN ABU CANGKANG KERANG TERHADAP KUAT TEKAN BETON DENGAN NILAI FAS 0,60 (M. IQBAL FADHIL, 2021)
PERBANDINGAN KUAT TARIK BELAH PADA BETON NORMAL DENGAN BETON MENGGUNAKAN CAMPURAN CANGKANG KERANG (Nasrol, 2013)
PENGARUH PENGGUNAAN VARIASI SUBTITUSI CANGKANG TIRAM SEBAGAI BAHAN TAMBAH AGREGAT HALUS TERHADAP KUAT TEKAN BETON (VARIASI 0%, 30%, 60%, DAN 90% DARI BERAT PASIR) DENGAN FAS 0,5 (Surya Mahdi, 2015)