<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="87293">
 <titleInfo>
  <title>KAJIAN RANTAI PASAR DAN MUTU BIJI KAKAO KABUPATEN PIDIE</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Nurul Faizun</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Universitas Syiah Kuala</publisher>
   <dateIssued>2021</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Null</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Pasca tsunami, tanaman kakao berkembang pesat di  Aceh.  Pembudidayaan tanaman kakao di Aceh dilakukan melalui perkebunan rakyat dan perkebunan besar. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS, 2010), total produksi kakao perkebunan rakyat dengan luas area ± 75.131  ha mencapai 26.466 ton. Adapun sentra produksi kakao di Aceh adalah Kabupaten Aceh Timur, Aceh Tenggara, Aceh Utara, Bireuen, Pidie Jaya dan Pidie. Sejak dulu hingga kini ekspor dari Aceh ke luar negeri berupa basil perkebunan seperti  kakao belum memberikan nilai tambah yang  tinggi  bagi masyarakat  Aceh,  khususnya  bagi  para  petani.  Oleh  karena  itu,  perlu  dilakukan analisis mutu dan pemasaran agar dapat memberikan keuntungan yang lebih  besar bagi masyarakat Aceh khususnya bagi para petani kakao di  Aceh.&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Tujuan  penelitian  ini  adalah  untuk  mengetahui   mutu  biji  kakao,  rantai (saluran) pemasaran kakao serta dapat mengetahui strategi pemasaran kakao di Kabupaten Pidie. Penelitian ini menggunakan tiga jenis  analisis yaitu analisis mutu yang  meliputi  analisis jum.Jah  biji/100  gr.  kadar  air,  berjamur,  fermentasi/tidak fermentasi, berserangga/berkecambah, biji pecah, dan benda asing. Hasil analisis ini selanjutnya dibandingkan dengan syarat mutu biji  kakao berdasarkan SNI  sehingga didapat  kelas  mutu  dari  masing-masing sampel.  Analisis  kedua  yang  digunakan adalah analisis pemasaran yaitu margin pemasaran, hal ini berdasarkan rantai pemasaran yang ad.a di daerah penelitian sehingga dapat diketahui margin pemasaran. Analisis ketiga yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis SWOT,  untuk menghasilkan strategi apa yang dapat digunakan perusahaan dalam memanfaatkan kekuatan dan peluang yang ada, serta mengatasi ancaman dan meminimalisasi kelemahan  yang ada.  Hal  ini dapat diketahui  dari hasil  analisis  internal  dan eksternal&#13;
</note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>87293</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2021-01-12 15:58:32</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2021-01-12 15:58:56</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>