SISTEM PEMASARAN DAN PENDAPATAN USAHATANI KEDELAI (GLYCINE MAX (L) MERRIL) DIKECAMATAN LEMBAH SEULAWAH KABUPATEN ACEH BESAR | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    NULL

SISTEM PEMASARAN DAN PENDAPATAN USAHATANI KEDELAI (GLYCINE MAX (L) MERRIL) DIKECAMATAN LEMBAH SEULAWAH KABUPATEN ACEH BESAR


Pengarang

MILAWATI - Personal Name;

Dosen Pembimbing



Nomor Pokok Mahasiswa

0105102020060

Fakultas & Prodi

Fakultas / / PDDIKTI :

Subject
-
Kata Kunci
-
Penerbit

Banda Aceh : Universitas Syiah Kuala., 2021

Bahasa

Indonesia

No Classification

-

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

Milawati "Sistem Pemasaran Dan Pendapatan Usahatani Kedelai (Glycine max (L) Merril) Di Kecamatan Lembah Seulawah Kabupaten Aceh Besar" Dibawah bimbingan Bapak Dr. lr. Mustafa Usman, M.S sebagai pembimbing utarna dan Bapak Azhar A. Gani, M.Sc sebagai pembimbing anggota.


Permasalahan dalam penelitian ini adalah apakah usahatani kedelai di Kecamatan Lembah Seulawah Kabupaten Aceh Besar dapat memberikan keuntungan yang layak dam berapakah besar margin pemasaran dan profit margin yang diterima petani dan pedagang pada setiap mata rantai pemasaran.


Jumlah popuJasi sebesar 25 orang untuk petani kedelai dan Besarnya sampel yang diambil sebagai unit terkecil adaJah dari jumlah keseluruhan petani. Adapun metode yang digunakan dalarn pengambilan sampel untuk para pedagang kedelai yaitu secara acak sederhana (Simple random sampling), sebesar 50 % dari jumlah populasi pedagang. Uatuk mengetahui pendapatan petani kedelai di Kecamatan


Lembah Seulawah Kabupaten Aceh Besar adalah model analisis Reveuneu Cost Ratio (RIC). Untuk melihat berapa banyak jumlah produksi sehingga terjadinya BEP maka digunakan model analisis BEP Volume Produksi dan untuk melihat besamnya nilai produksi sehingga terjadinya BEP maka digunakan BEP Harga Produksi
Hasil penelitian meunjukan bahwa rata-rata nilai produksi per Ha adalah sebesar Rp.10.500.000, per Ha per MT, dan besarnya pendapatan Rp.4.427.102 per Ha per MT. Tipe dari produsen langsung menjual ke konsumen merupakan saluran yang paling menguntungkan bagi petani kedelai hal ini disebabkan para petani dapat
memperoleh keuntugan yang besar dibandingkan dengan menggunakan tipe saluran III, sedan gkan tipe m merupakan saJuran agribisnis. Saluran pemasaran yang pendek memungkinkan para petani untuk dapat menentukan besar kecilnya margin pemasaran yang di inginkan oleh para petani tersebut dalam menentukan besar
keciinya harga kedelai ke konsumen.

Penggunaan saluran pemasaran yang panjang, perlu diperhitungkan oleh para petani, jika pemasaran yang digunakan hanya untuk pemasaran lokal sebaiknya para petani menggunakan saluran pemasaran Tipe JV karena petani dapat memperoleh keuntungan yang besar dimana harga jualnya hampir sama atau sama dengan harga jual pada pedagang pengecer, dibandingkan saluran pemasaran Tipe II, ill. Untuk menekan perbedaan margin pemasaran tidak terlalu jauh maka diperlukan peningkatan kualitas, atau perlunya petaru kedelai memasarkan produknya sendiri ke konsumen sehingga petani dapat memperoleh keuntungan atau nilai margin pemasaran yang besar daripada petani memasarkan kedelai melalui pedagang besar dan pedagang pengecer.

Tidak Tersedia Deskripsi

Citation



    SERVICES DESK