KERUSAKAN LINGKUNGAN AKIBAT PEMUKIMAN ILEGAL DI DAERAH ALIRAN SUNGAI (DAS) KRUENG ACEH (ANALISIS TEORI SENSE OF PLACE) | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    NULL

KERUSAKAN LINGKUNGAN AKIBAT PEMUKIMAN ILEGAL DI DAERAH ALIRAN SUNGAI (DAS) KRUENG ACEH (ANALISIS TEORI SENSE OF PLACE)


Pengarang

SHINTA KUMALA DEVI - Personal Name;

Dosen Pembimbing



Nomor Pokok Mahasiswa

1610103010038

Fakultas & Prodi

Fakultas Ilmu Sosial dan Politik / Ilmu Politik (S1) / PDDIKTI : 67201

Subject
-
Kata Kunci
-
Penerbit

Banda Aceh : Universitas Syiah Kuala., 2021

Bahasa

Indonesia

No Classification

-

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

ABSTRAK

Pembangunan Daerah Aliran Sungai (DAS) Krueng Aceh pada tahun 1990 masa pemerintahan Gubernur Ibrahim Hasan bertujuan untuk antisipasi banjir Kota Banda Aceh dan Kabupaten Aceh Besar. Kemudian adanya pembangunan yang terjadi di DAS Krueng Aceh mengakibatkan perubahan lahan DAS dari fungsi dan peruntukkannya.Sehingga, setiap pembangunan yang tidak sesuai dengan fungsi dari kanal banjir DAS Krueng Aceh merupakan pembangunan ilegal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana peran sense of place masyarakat pemukiman ilegal dalam menjaga lingkungan area sempadan DAS Krueng Aceh dari kerusakan lingkungan dan dampak yang diakibatkan dengan adanya pemukiman ilegal terhadap kerusakan lingkungan di area DAS Krueng Aceh. Adapun pendekatan penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif. Teknik pengumpulan data primer yaitu melalui wawancara langsung dengan informan, sedangkan data sekunder melalui dokumentasi/kepustakaan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kanal banjir Krueng Aceh yang dibangun untuk antisipasi banjir telah beralihfungsi menjadi kawasan terbangun yang tidak sesuai dengan fungsi dan peruntukkannya. Pembangunan yang terjadi di sempadan DAS Krueng Aceh merupakan bangunan yang bersifat tidak permanen hingga permanen, seperti terbangunnya warong-warong kopi, rumah hunian, bengkel las, tempat fotocopy, toko elektronik dan bangunan lainnya. Adanya bangunan tersebut mengakibatkan kerusakan lahan hijau DAS Krueng Aceh, karena adanya pembuangan sampah-sampah dan limbah dari kegiatan sehari-hari masyarakat pengguna lahan di area DAS Krueng Aceh. Dari hasil temuan tersebut dapat dikatakan bahwa masyarakat hanya menggunakan lahan untuk memenuhi kebutuhan akan pemukiman dan meningkatkan perekonomian yang mengenyampingkan resiko kerusakan lingkungan yang terjadi di DAS Krueng Aceh. Hal tersebut, dikarenakan lepasnya pengawasan dari pemerintah terkait pengelolaan dan penggunaan DAS Krueng Aceh.


Kata Kunci : Daerah Aliran Sungai (DAS), Sense Of Place, Kerusakan Lingkungan



















ix



ABSTRACK

The construction of Krueng Aceh floodway in the area of Governer Ibrahim Hasan in 1990 was aimed as a flood anticipation in Banda Aceh and Aceh Besar regency. Later on, the construction happened in Krueng Aceh floodway has changed the origin function and purpose of it. This research was aimed to know how is the illegal residential community’s sense of place role in keeping the environment of Krueng Aceh from environmental damage and the impact caused by the illegal residential to environmental damage in Krueng Aceh floodway. This study was conducted by using qualitative method. The primer data was collected by interviewing the informan, while the secondary data was collected by documenting. The result of this research showed that Krueng Aceh floodway which was built as a flood anticipation has converted to constructed environment which is not appropriate as its origin purposes. The construction happened in Krueng Aceh floodway is divided into permanent and semi-permanent buildings, such as house, coffee shop, workshop, electronic shop, fotocopy place, and others buildings. These buildings have caused a destruction to green land in Krueng Aceh floodway due to its garbage and waste disposal. From this result, it can be said that the community used the land to fulfill their needs of residential and to increase their income without considering the environment damaged in Krueng Aceh floodway. This happened because there was no supervision from the government due to the management and utilization of Krueng Aceh floodway.

Keywords: Floodway, Sense Of Place, Environmental Damage


Tidak Tersedia Deskripsi

Citation



    SERVICES DESK