Electronic Theses and Dissertation
Universitas Syiah Kuala
NULL
PREVALENSI DAN INTENSITAS EKTOPARASIT PADA KOLAM BUDIDAYA IKAN LELE (CLARIAS SP.) TRADISIONAL DAN BIOFLOK DI KAWASAN ACEH BESAR.
Pengarang
AMANDA SALSABILLA - Personal Name;
Dosen Pembimbing
Nomor Pokok Mahasiswa
1611102010027
Fakultas & Prodi
Fakultas Kelautan dan Perikanan / Budidaya Perairan (S1) / PDDIKTI : 54243
Subject
Kata Kunci
Penerbit
Banda Aceh : Universitas Syiah Kuala., 2021
Bahasa
Indonesia
No Classification
-
Literature Searching Service
Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui intensitas dan prevalensi ektoparasit yang terdapat pada kolam budidaya ikan lele bioflok dan budidaya ikan lele tradisional pada kawasan Aceh Besar. Penelitian dilaksanakan di Badan Karantina Ikan Pengendalian Mutu dan Keamanan Hasil Perikanan (BPKIPM) Blang Bintang. Penelitian ini menggunakan metode deskriptive sedangkan pengambilan sampel ikan lele menggunakan metode random sampling. Sampel ikan lele yang disediakan sebanyak 100 ekor, dengan rincian 50 ekor ikan lele sistem bioflok dan 50 ekor ikan lele sistem tradisional. Organ yang diamati pada ikan lele adalah sirip (punggung, dada, ekor, anal, perut), insang dan lendir. Hasil penelitian ini memperlihatkan bahwa telah ditemukan 3 jenis ektoparasit yang telah teridentifikasi, yaitu Vorticella sp., Trichodina sp., dan Dactylogyrus sp. Tingkat prevalensi tertinggi yaitu infeksi parasit Dactylogyrus sp. di desa Leubok, Aceh Besar yang menerapkan sistem tradisional, yang termasuk ke dalam kategori “selalu” atau “infeksi sangat parah” (100%) sedangkan untuk sistem bioflok desa Reukih Dayah, Indrapuri, Aceh Besar termasuk ke dalam kategori “sedang atau “infeksi sedang” (88%). Untuk tingkat prevalensi terendah pada jenis ektoparasit Vorticella sp. yang ditemukan pada kolam bioflok dan termasuk kedalam kategori infeksi “jarang” (2%). Tingkat intensitas parasit tertinggi yaitu infeksi Dactylogyrus sp. pada ke dua media tersebut yang sama-sama masuk ke dalam kategori “sedang” hanya saja yang membedakan adalah nilai intensitas dari dua media tersebut, media bioflok memiliki intensitas 22.7 dan tradisional 11.3.
Kata Kunci: Clarias sp., Ektoparasit, Prevalensi, Intensitas
Tidak Tersedia Deskripsi
INVENTARISASI DAN DISTRIBUSI EKTOPARASIT PADA IKAN LELE LOKAL (CLARIAS BATRACHUS) KABUPATEN ACEH BARAT DAYA (Raudhi Kurniawan, 2014)
IDENTIFIKASI DAN PREVALENSI EKTOPARASIT PADA IKAN PATIN (PANGASIUS SP.) YANG DI BUDIDAYA SECARA MONOKULTUR DAN POLIKULTUR DI KABUPATEN ACEH BESAR (Ismail, 2015)
EFEKTIVITAS PENGGUNAAN EKSTRAK DAUN SIRSAK (ANNONA MURICATA) DALAM PENANGGULANGAN EKTOPARASIT PADA IKAN LELE (CLARIAS GARIEPINUS) (ZAHDIRA SYAFINA SINAGA, 2023)
INVENTARISASI DAN PREVALENSI EKTOPARASIT PADA IKAN GURAMI (OSPHRONEMUS GOURAMY) DI KECAMATAN SIMPANG TIGA, KABUPATEN ACEH BESAR (MUNIZAR, 2015)
ANALISIS USAHA DAN TEKNIS BUDIDAYA IKAN LELE SANGKURIANG (CLARIAS GARIEPENUS) DI KOLAM TRADISIONAL UD. LELE BERKAH KECAMATAN MUARA TIGA KABUPATEN PIDIE (MUHAMMAD SABILAL ALIF, 2025)