RELEVANSI PEMIKIRAN MUHAMMAD NATSIR TENTANG SUPREMASI AGAMA DALAM NEGARA INDONESIA | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    NULL

RELEVANSI PEMIKIRAN MUHAMMAD NATSIR TENTANG SUPREMASI AGAMA DALAM NEGARA INDONESIA


Pengarang

Zulfita Rahmi - Personal Name;

Dosen Pembimbing



Nomor Pokok Mahasiswa

1410103010001

Fakultas & Prodi

Fakultas Ilmu Sosial dan Politik / Ilmu Politik (S1) / PDDIKTI : 67201

Subject
-
Kata Kunci
-
Penerbit

Banda Aceh : Universitas Syiah Kuala., 2021

Bahasa

Indonesia

No Classification

-

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

ABSTRAK
Kondisi Indonesia yang multikultural cenderung melihat Islam sebagai ideologi dapat memicu kesenjangan sosial. Muhammad Natsir berpendapat Islam adalah falsafah hidup, sebuah ideologi, sistem kehidupan untuk kemenangan manusia di dunia dan akhirat. Pemikiran Muhammad Natsir berbeda dengan pan-dangan pemikir poitik Islam lainnya. Tujuan dari penulisan ini adalah untuk mengetahui gambaran pemikiran Muhammad Natsir tentang supremasi agama da-lam negara dan untuk mengetahui relevansi pemikiran Muhammad Natsir di In-donesia dalam praktik berbangsa dan bernegara saat ini. Untuk menganalisis per-masalahan dalam penelitian ini penulis menggunakan metode deskriptif analisis. Hasil penelitian menunjukan bahwa Islam menurut Muhammad Natsir berbeda dengan agama lainnya, karena Islam mengandung peraturan-peraturan dan hukum-hukum kenegaraan untuk menegakkan keadilan. Untuk dapat menjalankan peraturan dan hukum tersebut, maka diperlukan sebuah lembaga yang dapat men-jamin berlakunya hukum-hukum tersebut. Umat Islam juga bebas menentukan sistem pemerintahannya asalkan tidak bertentangan dengan nilai-nilai yang telah ditetapkan oleh Islam. Konsep Islam relevansi dengan Indonesia dapat dilihat ber-dasarkan nilai budaya tolong menolong, musyawarah, cinta tanah air, cinta ke-merdekaan, membela yang lemah dan tidak mementingkan diri sendiri. Kes-impulan menunjukan bahwa Islam adalah agama yang memiliki sifat sifat lengkap dalam kehidupan berbangsa dan bernegara serta menjamin keberagaman hidup dari berbagai kalangan.

Kata Kunci: Pemikiran Politik, Politik, Agama dan Negara













ABSTRACT
The multicultural condition of Indonesia tends to see Islam as an ideolo-gy that can trigger social inequalities. Muhammad Natsir argues that Islam is a philosophy of life, an ideology, a system of life for human victory in the world and the hereafter. Muhammad Natsir's thoughts differend from the views of other Islamic political thinkers. The purpose of this paper is to describe Muhammad Natsir's thoughts on religious supremacy in the state and to find out the relevance of Muhammad Natsir's thoughts in Indonesia in the practice of the nation and state today. To analyze the problems in this study the writer used a descriptive analysis method. The results showed that Islam according to Muhammad Natsir is different from other religions, because Islam contains rules and state laws to uphold justice. To be able to carry out these rules and laws, an institution is needed that can guarantee the enactment of these laws. Muslims are also free to determine their system of government as long as they do not conflict with the values established by Islam. The Islamic concept of relevance to Indonesia can be seen based on the cultural values of helping help, deliberation, love for the country, love for independence, defending the weak and selfless. The conclusion shows that Islam is a religion that has complete characteristics in the life of the nation and state and guarantees the diversity of life from various circles.

Keywords: Political Thought, Politics, Religion and State


Tidak Tersedia Deskripsi

Citation



    SERVICES DESK