Electronic Theses and Dissertation
Universitas Syiah Kuala
NULL
HUBUNGAN KEKUATAN GENGGAMAN TANGAN DENGAN PROTEIN ENERGY WASTING PADA PASIEN YANG MENJALANI HEMODIALISIS KRONIK
Pengarang
dr. Cut Henna Mariza - Personal Name;
Dosen Pembimbing
Nomor Pokok Mahasiswa
1507601020002
Fakultas & Prodi
Fakultas Kedokteran / Ilmu Penyakit Dalam / PDDIKTI : 11702
Subject
Kata Kunci
Penerbit
Banda Aceh : Universitas Syiah Kuala., 2021
Bahasa
Indonesia
No Classification
-
Literature Searching Service
Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)
Abstrak
Hubungan Kekuatan Genggaman Tangan dengan Protein Energy Wasting pada Pasien yang Menjalani Hemodialisis Kronik
Latar Belakang
Malnutrisi uremik (protein energy wasting/ PEW) merupakan faktor risiko terkuat terhadap peningkatan komplikasi penyakit dan mortalitas pada pasien penyakit ginjal kronik (PGK). Subjective Global Assesment (SGA) merupakan instrumen yang valid dan reliable untuk menilai terjadinya PEW. Handgrip strength (HGS) adalah metode yang umum digunakan untuk memperkirakan kekuatan otot ekstremitas atas yang dapat digunakan sebagai indikator status gizi.
Tujuan
Untuk mengetahui hubungan kekuatan genggaman tangan dengan PEW pada pasien yang menjalani hemodialisis kronik.
Metode
Merupakan penelitian analitik dengan desain cross sectional, dilaksanakan di Ruang Hemodialisa RSUD dr. Zainoel Abidin Banda Aceh. Dilakukan kuesioner SGA untuk menilai PEW terhadap pasien yang menjalani hemodialisis kronik dan pemeriksaan kekuatan genggaman tangan dengan menggunakan Jamar Hand Grip dynamometer dari November sampai Desember 2020. Menilai hubungan kekuatan genggaman tangan dengan PEW yang dinilai berdasarkan SGA menggunakan korelasi non parametrik Spearman’s Rank Correlation.
Hasil
Didapatkan gambaran PEW pada pasien PGK yang menjalani hemodialisis kronik adalah 26,8% untuk laki-laki dan 32,5% perempuan. Kekuatan genggaman tangan rata-rata dari penelitian ini pada laki-laki sebesar 23,99 Kg dan perempuan sebesar 14,24 Kg. Besarnya koefisien korelasi antara kekuatan genggaman tangan dengan PEW adalah sebesar 0,549. Nilai korelasi tersebut signifikan secara statistik, dibuktikan dengan nilai p-value yang lebih kecil daripada 0,05.
Kesimpulan:
Didapatkan adanya hubungan yang signifikan antara kekuatan genggaman tangan dengan PEW, dimana pasien non PEW memiliki kekuatan genggaman tangan yang lebih besar. Sebaliknya, pasien PEW memiliki kekuatan genggaman tangan yang lebih lemah.
Kata kunci: PEW, SGA, kekuatan genggaman tangan
Tidak Tersedia Deskripsi
HUBUNGAN ANEMIA DENGAN KEKUATAN OTOT GENGGAMAN TANGAN PADA PASIEN HEMODIALISIS KRONIK DI RSUDZA BANDA ACEH (RANDY YEMIGOE, 2017)
HUBUNGAN KOMPOSISI TUBUH DENGAN PROTEIN ENERGY WASTING PADA PASIEN HEMODIALISIS KRONIK (dr. Intan Juwita, 2021)
HUBUNGAN INDEKS MASSA TUBUH (IMT) DENGAN KEKUATAN GENGGAMAN TANGAN PADA PASIEN YANG MENJALANI HEMODIALISIS DI RUMAH SAKIT UMUM DR. ZAINAL ABIDIN (Novia Dwana, 2014)
HUBUNGAN LAMA HEMODIALISIS DENGAN SKOR MINI-MENTAL STATE EXAMINATION (MMSE) PADA PASIEN PENYAKIT GINJAL KRONIK DI RSUDZA BANDA ACEH (Cut Nadhira Mazaya, 2016)
GAMBARAN GINGIVITIS PADA PASIEN GAGAL GINJAL KRONIK YANG MENJALANI TERAPI HEMODIALISIS (KAJIAN DI INSTALASI HEMODIALISIS RUMAH SAKIT UMUM DAERAH DR. ZAINOELRNABIDIN BANDA ACEH) (putri Sri wahyuni, 2023)