HUBUNGAN INTERLEUKIN-6 DAN RED DISTRIBUTION WIDTH TO PLATELET RATIO DENGAN DERAJAT FIBROSIS HATI BERDASARKAN TRANSIENT ELASTOGRAPHY PADA PASIEN HEPATITIS B KRONIK | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    NULL

HUBUNGAN INTERLEUKIN-6 DAN RED DISTRIBUTION WIDTH TO PLATELET RATIO DENGAN DERAJAT FIBROSIS HATI BERDASARKAN TRANSIENT ELASTOGRAPHY PADA PASIEN HEPATITIS B KRONIK


Pengarang

dr. Ade Baswin - Personal Name;

Dosen Pembimbing



Nomor Pokok Mahasiswa

1507601020007

Fakultas & Prodi

Fakultas Kedokteran / Ilmu Penyakit Dalam / PDDIKTI : 11702

Subject
-
Kata Kunci
-
Penerbit

Banda Aceh : Universitas Syiah Kuala., 2021

Bahasa

Indonesia

No Classification

-

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

Abstrak

HUBUNGAN INTERLEUKIN-6 DAN RED DISTRIBUTION WIDTH TO PLATELET RATIO DENGAN DERAJAT FIBROSIS HATI BERDASARKAN TRANSIENT ELASTOGRAPHY PADA PASIEN HEPATITIS B KRONIK

Latar Belakang
Infeksi virus hepatitis B (VHB) kronik merupakan masalah kesehatan utama di negara berkembang seperti Indonesia. Infeksi VHB kronik sekitar 40% akan berlanjut menjadi fibrosis hati dan karsinoma hepatoselular. Pemeriksaan biopsi hati merupakan baku emas diagnosis fibrosis hati, akan tetapi pemeriksaan ini merupakan pemeriksaan invasif dan memiliki banyak komplikasi. Transient elastography (TE) telah divalidasi untuk menilai fibrosis pada beberapa penyakit hati termasuk infeksi VHB.

Tujuan
Mengetahui hubungan IL-6 dan RPR dengan derajat fibrosis hati berdasarkan transient elastography pada pasien hepatitis B kronik.

Metode
Penelitian ini merupakan penelitian potong lintang pada 58 pasien hepatitis B kronik yang menjalani rawat jalan pada bulan September sampai dengan November 2020 di RSUD dr. Zainoel Abidin Banda Aceh. Pemeriksaan IL-6 dengan menggunakan Quantikine HS ELISA Human IL-6 Immunoassay. Pemeriksaan darah rutin dilakukan dengan alat Sysmex XT 1800i. Nilai RPR dihitung dengan membagi nilai RDW dengan platelet. Derajat fibrosis hati dinilai dengan menggunakan TE (Fibroscan® 502 Echosens).

Hasil
Pada 58 pasien tersebut didapatkan nilai median IL-6 pada berbagai derajat fibrosis hati F0-1, F2, F3 dan F4 masing-masing yaitu 4,009; 2,690; 3,589 dan 7,517. Dimana didapatkan kadar IL-6 mengalami peningkatan sesuai dengan peningkatan derajat fibrosis hati namum tidak signifikan secara statistik dengan p-value 0,210. Kemudian didapatkan juga nilai rata-rata RPR pada berbagai derajat fibrosis hati F0-1, F2, F3 dan F4 masing-masing yaitu 0,051; 0,050; 0,077 dan 0,108. Dimana didapatkan kadar RPR juga mengalami peningkatan sesuai dengan peningkatan derajat fibrosis hati dan signifikan secara statistik dengan p-value 0,002. Analisis hubungan IL-6 dan RPR dengan derajat fibrosis hati menggunakan metode regresi ordinal, diketahui bahwa besarnya nilai koefisien model regresi ordinal untuk variabel kadar IL-6 sangat kecil dan juga tidak signifikan (p-value > 0,05). Sedangkan variabel kadar RPR memiliki nilai estimate yang cukup besar yaitu 31,098 dengan p-value sebesar 0,003. Nilai p-value pengujian yang lebih kecil daripada 0,05 tersebut membuktikan bahwa kadar RPR berpengaruh dan memiliki hubungan terhadap derajat fibrosis hati.

Kesimpulan
Interleukin-6 tidak memiliki hubungan terhadap derajat fibrosis hati, namun RPR memiliki hubungan dengan derajat fibrosis hati pada penderita hepatitis B kronik.

Kata kunci: Interleukin-6, RPR, Derajat Fibrosis Hati, TE, Hepatitis B Kronik

Tidak Tersedia Deskripsi

Citation



    SERVICES DESK