HUBUNGAN RASIO NEUTROFIL LIMFOSIT TERHADAP KETEBALAN TUNIKA INTIMA MEDIA ARTERI KAROTIS PADA PASIEN LUPUS ERITEMATOSUS SISTEMIK | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    NULL

HUBUNGAN RASIO NEUTROFIL LIMFOSIT TERHADAP KETEBALAN TUNIKA INTIMA MEDIA ARTERI KAROTIS PADA PASIEN LUPUS ERITEMATOSUS SISTEMIK


Pengarang

dr. Teuku Emier Bravo - Personal Name;

Dosen Pembimbing



Nomor Pokok Mahasiswa

1507601020003

Fakultas & Prodi

Fakultas Kedokteran / Ilmu Penyakit Dalam / PDDIKTI : 11702

Penerbit

Banda Aceh : Universitas Syiah Kuala., 2021

Bahasa

Indonesia

No Classification

616.136

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

Latar belakang
Lupus Eritematosus Sistemik (LES) merupakan penyakit inflamasi autoimun kronis dengan etiologi yang belum diketahui. Aterosklerosis banyak dijumpai pada populasi pasien dengan gangguan sistem imun. Pada LES, aterosklerosis terjadi pada onset usia yang relatif muda. Neutrofil mempunyai peranan dalam pembentukan agregat leukosit trombosit dan reperfusi pada sindrom koroner akut. Limfosit juga berperan penting dalam modulasi respon inflamasi pada proses aterosklerosis. Rasio Neutrofil-Limfosit (RNL) dapat digunakan sebagai petanda untuk evaluasi inflamasi sistemik.

Tujuan
Tujuan penelitian ini ntuk menilai hubungan RNL dengan ketebalan tunika intima media arteri karotis pada pasien LES.

Metode
Penelitian ini merupakan penelitian analitik dengan desain cross sectional. Sampel penelitian adalah pasien yang memenuhi kriteria inklusi di poli rheumatologi Departemen Ilmu Penyakit Dalam RSUD dr. Zainoel Abidin Banda Aceh. Data diambil berdasarkan rekam medis pasien pada bulan Juli- Desember 2020.

Hasil
Gambaran RNL pada pasien LES didominasi oleh kelompok nilai normal ? 3,53 sebanyak 18 orang (54,54 %). Sampel yang memiliki nilai RNL >3,53 sebanyak 15 orang (45,45%). Gambaran KTIM pada pasien LES didominasi oleh kelompok nilai normal < 0,9 mm sebanyak 31 orang (94 %). Sampel yang memiliki KTIM kategori menebal > 0,9 mm sebanyak 2 orang (6 %). Nilai p value yang didapatkan >0,05 yaitu 0,710, artinya tidak ditemukan hubungan antara RNL terhadap KTIM pada pasien LES.

Kesimpulan
Hubungan RNL terhadap KTIM pada pasien LES didapatkan hasil tidak signifikan dengan p value 0,710.

Kata Kunci: Rasio Neutrofil Limfosit, Ketebalan Tunika Intima Media, Lupus Erimatosus Sistemik

Tidak Tersedia Deskripsi

Citation



    SERVICES DESK