<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="87166">
 <titleInfo>
  <title>KONSTRUKSI IDENTITAS DAN PENGARUH JARINGAN SOSIAL TERHADAP UPAYA PEMENUHAN KEBUTUHAN EKONOMI WARIA DI ACEH TENGAH</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>MAULI IDRAWANA</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Universitas Syiah Kuala</publisher>
   <dateIssued>2021</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Null</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Penelitian  ini  bertujuan  untuk  mengkaji  konstruksi  identititas  waria  dan seberapa  besar  pengaruh  jaringan  sosial  terhadap  upaya  pemenuhan  kebutuhan ekonomi  waria  di  Aceh  Tengah  sehingga  mereka  mampu  untuk  bertahan  dengan identitasnya meskipun waria mengalami penyempitan lapangan pekerjaan. Untuk menganalisa  fenomena  tersebut,  dalam  penelitian  ini  menggunakan  Teori Konstruksi  Sosial  dari  Petter  L.  Berger  dan  Thomas  Luckman.  Penelitian  ini menggunakan metode penelitian campuran sekuensial (sequential mixed methods) dengan  menggunakan  jenis  desain  penelitian  sequential  exploratory  designs. Berdasarkan hasil dan pembahasan  yang ditemukan dalam penelitian ini  waria di Aceh  Tengah  dalam  proses  eksternalisasi  telah  melakukan  penyesuaian  diri  di lingkungan  tempat  tinggalnya.  Kemudian  pada  proses  objektivasi,  waria melakukan  pembeda  realitas  yang  berfungsi  sebagai  pembeda  dan  pemantapan atas  peran  yang  dipilih  melalui  komunitasnya.  Sedangkan  dalam  proses internalisasi,  keluarga  berperan  penting  dalam  memberikan  nilai  atau  peran  laki- laki pada individu yang kemudian menjadi realitas subjektif individu. Berdasarkan hasil  pengolahan  data  kuantitatif  Berdasarkan  nilai  t:  diketahui  nilai  t  hitung sebesar 2.538 &gt; t tabel 2.026 sehingga dapat disimpulkan bahwa variabel Jaringan Sosial  (X)  berpengaruh  terhadap  variabel  Pemenuhan  kebutuhan  ekonomi  (Y). Pada  jaringan  sosial  waria  di  Aceh  Tengah  menunjukkan  bonding  yang  kuat sehingga mereka bisa bertahan dengan identitasnya. Namun waria di Aceh Tengah hanya  mampu  memenuhi  kebutuhan  seperti  kebutuhan  pangan  dan  sandang  saja. Sehingga  dalam  hasil  uji  hipotesis  pengaruh  jaringan  sosial  terhadap  upaya pemenuhan  kebutuhan  ekonomi  waria  sebesar  14,8%  sedangkan  85.2% pemenuhan kebutuhan ekonomi waria dipengaruhi variabel yang lain.</note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>87166</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2021-01-11 12:51:12</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2021-01-11 16:25:09</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>