<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="87138">
 <titleInfo>
  <title>META ANALISIS:</title>
  <subTitle>PENGARUH CORONAVIRUS DISEASE 2019/ COVID-19 TERHADAP GANGGUAN SEREBROVASKULAR</subTitle>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>ANNISA APRILIA</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Universitas Syiah Kuala</publisher>
   <dateIssued>2021</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Null</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Coronavirus disease/COVID-19 merupakan penyakit baru yang memiliki tingkat&#13;
penyebaran penyakit yang sangat tinggi. Coronavirus disease/COVID-19 sekarang&#13;
ini telah ditetapkan menjadi penyakit pandemik oleh WHO dan secara resmi telah&#13;
menjadi masalah kesehatan utama di dunia. Salah satu penyakit tidak menular&#13;
mengancam jiwa yang dapat memengaruhi COVID-19 adalah gangguan&#13;
serebrovaskular. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat keparahan&#13;
pasien COVID-19 yang memiliki penyakit penyerta berupa gangguan&#13;
serebrovaskular. Penelitian ini berupa systematic review menggunakan metode&#13;
meta-analisis dengan penelusuran penelitian pada database PubMed, Sciencedirect,&#13;
Springerlink dan Google Scholar hingga 9 September 2020. Uji bias publikasi&#13;
dilihat dari nilai p-Egger dan kriteria Newcastle-Ottawa Scale/NOS untuk menilai&#13;
bias tiap studi. Hasil identifikasi setelah melalui tahap seleksi pada sejumlah&#13;
penelitian yang relevan, terdapat 7 artikel masuk ke dalam meta-analisis dan&#13;
melibatkan sebanyak 4.830 sampel. Hasil analisis data menunjukkan terdapat&#13;
pengaruh signifikan antara COVID-19 terhadap gangguan serebrovaskular dengan&#13;
nilai p=0,0001 (p?0,05). Penyakit komorbid berupa gangguan serebrovaskular&#13;
dapat meningkatkan 2,15 kali lipat kondisi kritis pada subjek penelitian COVID-19&#13;
dibandingkan pada subjek penelitian tanpa COVID-19, OR=2,15 (95% CI).&#13;
Prevalensi kumulatif kejadian gangguan serebrovaskular pada pasien COVID-19&#13;
dari 7 penelitian adalah 2,71% (131 dari 4.830 kasus). Gangguan serebrovaskular&#13;
dinilai kurang umum pada subjek penelitian COVID-19 tetapi memiliki pengaruh&#13;
untuk menentukan prognostik negatif seperti mengalami kondisi yang lebih parah&#13;
dan keluaran klinis yang lebih buruk dibandingkan dengan subjek penelitian tanpa&#13;
gangguan serebrovaskular.&#13;
&#13;
Kata Kunci: COVID-19; Gangguan Serebrovaskular; Kondisi Kritis; MetaAnalisis</note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>87138</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2021-01-11 10:07:10</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2021-01-12 10:19:14</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>