HUBUNGAN ADVERSITY QOUTIENT DENGAN WORK FAMILY CONFLICT PADA IBU YANG BEKERJA SEBAGAI KARYAWAN BANK DI KOTA BANDA ACEH | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    NULL

HUBUNGAN ADVERSITY QOUTIENT DENGAN WORK FAMILY CONFLICT PADA IBU YANG BEKERJA SEBAGAI KARYAWAN BANK DI KOTA BANDA ACEH


Pengarang

Aulia Teguh Pratama - Personal Name;

Dosen Pembimbing



Nomor Pokok Mahasiswa

1307101130009

Fakultas & Prodi

Fakultas Kedokteran / Psikologi (S1) / PDDIKTI : 73201

Subject
-
Kata Kunci
-
Penerbit

Banda Aceh : Universitas Syiah Kuala., 2021

Bahasa

Indonesia

No Classification

-

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

Terjadinya konflik pada ibu yang bekerja yaitu pada saat ibu merasa bingung memutuskan peran mana yang harus diprioritaskan antara pekerjaan dan keluarga. Adversity quotient adalah indikasi atau petunjuk tentang seberapa kuat seseorang dalam menghadapi sebuah kesulitan dan untuk memperkirakan tentang seberapa besar kemampuan seseorang dalam menghadapi setiap kesulitan hidup. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara adversity quotient dengan work-family conflict pada ibu yang bekerja sebagai karyawan bank di Kota Banda Aceh. Alat ukur yang digunakan dalam penelitian ini adalah skala Adversity Qoutient mengacu pada teori (Stolzt, 2000) dan skala Work Family Conflict yang mengacu pada teori (Greenhause & Beuttel, 1985), meliputi time-based conflict, strain-based conflict, dan behavior-based conflict. Teknik sampling yang digunakan adalah Qouta Sampling dengan subjek sebanyak 31 orang dengan ketentuan bekerja sebagai karyawan Bank di kota Banda Aceh, Minimal 2 tahun dan tinggal bersama suami. Hasil analisis data menunjukan bahwa nilai signifikansi (p)=0,001 dengan nilai korelasi (r) = -0,594. Hal ini menunjukan bahwa adanya hubungan negatif antara Adversity quotient dengan work family conflict. Hal ini juga menunjukan semakin tinggi Adversity quotient maka semakin rendah tingkat work family conflict. Pada peneltian ini, mayoritas menunjukan bahwa Ibu yang bekerja sebagai karyawan di Kota Banda Aceh menunjukan Adversity quotient yang tinggi.

Kata Kunci : Adversity Qoutient, Work Family Conflict, Karyawan Bank.

Tidak Tersedia Deskripsi

Citation



    SERVICES DESK