PENGARUH LATIHAN PURSED LIPS BREATHING DAN LATIHAN PERNAPASAN DIAFRAGMA TERHADAP HASIL SPIROMETRI DAN SKALA MODIFIED MEDICAL RESEARCH COUNCIL PADA PASIEN PENYAKIT PARU OBSTRUKSI KRONIS STABIL | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    NULL

PENGARUH LATIHAN PURSED LIPS BREATHING DAN LATIHAN PERNAPASAN DIAFRAGMA TERHADAP HASIL SPIROMETRI DAN SKALA MODIFIED MEDICAL RESEARCH COUNCIL PADA PASIEN PENYAKIT PARU OBSTRUKSI KRONIS STABIL


Pengarang

Ida Muna Junita - Personal Name;

Dosen Pembimbing



Nomor Pokok Mahasiswa

1607601040005

Fakultas & Prodi

Fakultas Kedokteran / Pulmonologi dan Kedokteran Respirasi / PDDIKTI : 11709

Subject
-
Kata Kunci
-
Penerbit

Banda Aceh : Universitas Syiah Kuala., 2021

Bahasa

Indonesia

No Classification

-

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

Pendahuluan: Penyakit Paru Obstruksi Kronis (PPOK) merupakan penyakit kronis yang ditandai dengan keterbatasan aliran udara dan respon inflamasi kronis pada saluran napas. Sesak napas menjadi keluhan utama pada pasien PPOK. Latihan pursed lips breathing dan latihan pernafasan diafragma merupakan teknik yang berguna memperbaiki ventilasi dengan meningkatnya nilai VEP1 dan menurunkan derajat sesak nafas. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh latihan pursed lips breathing dan latihan pernafasan diafragma terhadap perbaikan fungsi paru dan derajat sesak napas pada pasien PPOK stabil.
Metode: Ini merupakan penelitian eksperimental dengan metode pre test dan post test group control terhadap 60 pasien PPOK stabil di Poli Paru RSUDZA dari bulan November 2019 sampai dengan Februari 2020. Sampel diambil secara systematic random sampling, di bagi dalam 2 kelompok yaitu kelompok intervensi mendapat latihan pursed lips breathing dan latihan pernafasan diafragma selama 4 minggu ditambah dengan terapi bronkodilator jenis indacaterol. Kelompok kontrol hanya mendapatkan terapi indacaterol. Perubahan fungsi paru dinilai dengan spirometri yaitu nilai VEP1 dan KVP serta perubahan derajat sesak nafas dengan menggunakan skala mMRC. Dilakukan uji-t dan uji Wilcoxon untuk menilai perbedaan antar kelompok, nilai signifikansi (p

Tidak Tersedia Deskripsi

Citation



    SERVICES DESK