PENGARUH PEMBENAH TANAH DAN SISTEM TANAM TERHADAP KETERSEDIAAN HARA DAN PRODUKSI KEDELAI DAN JAGUNG PADA TANAH PODSOLIK | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    NULL

PENGARUH PEMBENAH TANAH DAN SISTEM TANAM TERHADAP KETERSEDIAAN HARA DAN PRODUKSI KEDELAI DAN JAGUNG PADA TANAH PODSOLIK


Pengarang

ULLYANA SAMITHA - Personal Name;

Dosen Pembimbing



Nomor Pokok Mahasiswa

1509200190002

Fakultas & Prodi

Fakultas / / PDDIKTI :

Subject
-
Kata Kunci
-
Penerbit

Banda Aceh : Universitas Syiah Kuala., 2021

Bahasa

Indonesia

No Classification

-

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

Tanah podsolik merupakan tanah yang memiliki perkembangan profil, dengan konsistensi kuat, bersifat masam, dengan nilai kejenuhan basa rendah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pembenah tanah dan sistem tanam serta interaksi kedua faktor tersebut terhadap ketersediaan hara dan hasil tanaman kedelai dan jagung pada tanah podsolik. Penelitian ini dilaksanakan di Desa Teurebeh, Kota Jantho, Kabupaten Aceh Besar, Laboratorium Fisiologi Tanaman, Fakultas Pertanian, Universitas Syiah Kuala, dan Laboratorium Tanah dan Tanaman, Fakultas Pertanian, Universitas Syiah Kuala, mulai dari Juni 2016 sampai dengan Januari 2017. Rancangan percobaan yang digunakan adalah rancangan acak kelompok pola faktorial 5 x 3, dimana pembenah tanah terdiri dari : NPK 400 kg ha-1, Biochar 10 ton ha-1, Pupuk Kandang 10 ton ha-1, Biochar 10 ton ha-1+NPK 400 kg ha -1, dan Pupuk Kandang 10 ton ha-1+NPK 400 kg ha-1 dan sistem tanam terdiri dari : monokultur kedelai, monokultur jagung, dan tumpangsari kedelai-jagung. Parameter sifat kimia tanah yang diamati meliputi analasis tanah awal (analisis rutin) dan analisis ketersediaan hara N-total, P-tersedia, dan K-dd. Parameter hasil tanaman kedelai yang diamati terdiri dari : pertumbuhan tinggi tanaman umur 21, 35, 49 dan 63 HST, serta berat biji kedelai (kg/plot), biji berisi (%), berat 100 biji kedelai (g), jumlah biji per tanaman normal, dan jumlah biji pertanaman abnormal. Parameter pertumbuhan dan hasil tanaman jagung yang diamati terdiri dari : perubahan tinggi tanaman umur 21, 35, 49, dan 63 HST serta bobot biji pertongkol berkelobot (g), bobot tongkol berkelobot (g), bobot tongkol tanpa kelobot (g), bobot tongkol berkelobot per plot (kg), dan bobot tongkol berkelobot (ton/ha). Untuk mengukur keuntungan sistem tumpangsari dari aspek pemanfaatan lahan maka dihitung NKL. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pembenah tanah dapat meningkatkan nilai P-tersedia dan K-dd serta NKL. Namun, pembenah tanah tidak mempengaruhi sifat kimia tanah lainnya seperti (pH (H2O), C-organik, dan N-total) serta pada seluruh parameter pertumbuhan dan hasil tanaman kedelai-jagung. Sedangkan pada sistem tanam dapat meningkatkan pertumbuhan tanaman kedelai (perubahan tinggi tanaman, berat biji per plot) dan pertumbuhan tanaman jagung (perubahan tinggi tanaman jagung (21, 35, 49 HST). Akan tetapi sistem tanam tidak berpengaruh pada C-organik, N-total, berat 100 biji kedelai dan perubahan tinggi tanaman jagung 21 HST. Adanya interaksi yang nyata pada perlakuan pembenah tanah dan sistem tanam berdasarkan parameter perubahan tinggi tanaman jagung 49 HST, berat tongkol tanpa kelobot per plot, dan berat tongkol berkelobot per plot (per ha).

Tidak Tersedia Deskripsi

Citation



    SERVICES DESK