<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="87000">
 <titleInfo>
  <title>HUBUNGAN FAKTOR RISIKO DENGAN SINDROM KORONER KRONIK DI BANGSAL JANTUNG RSUD DR. ZAINOEL ABIDIN BANDA ACEH</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>KHOLIS RIZQULLAH</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Kedokteran</publisher>
   <dateIssued>2021</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Null</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Sindrom koroner kronik (SKK) menjadi masalah kesehatan di seluruh dunia. Riskesdas tahun 2018 menunjukan bahwa sebesar 1,5% atau 15 dari 1.000 penduduk Indonesia menderita sindrom koroner kronik. Provinsi Aceh menempati urutan kelima prevalensi SKK tertinggi di Indonesia, ini karena gaya hidup pada masyarakat Aceh yang diketahui dapat mempengaruhi faktor risiko dari SKK. secara umum dikenal berbagai faktor yang berperan penting terhadap timbulnya SKK yang disebut faktor risiko SKK. penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan  antara umur, jenis kelamin, riwayat penyakit keluarga, diabetes melitus, hipertensi, dislipidemia, dan obesitas dengan SKK serta melihat faktor risiko yang paling berperan pada pasien yang menjalani rawat inap di bangsal jantung RSUDZA Banda Aceh periode Januari – Desember tahun 2019. Penelitian ini merupakan penelitian cross sectional dengan menggunakan data rekam medis. Sampel penelitian diambil dengan teknik simple random sampling dan didapatkan sebanyak 326 pasien yang terdiri dari 212 pasien SKK dan 114 pasien non-SKK. Hasil penelitian ini menunjukan  bahwa adanya hubungan yang signifikan antara jenis kelamin (p value = 0.000), diabetes melitus tipe 2 (p value = 0.000), hipertensi (p value = 0.000), dislipidemia (p value = 0.000), dan obesitas (p value = 0.000) dengan sindrom koroner kronik. Namun tidak terdapat hubungan antara usia (p value = 0.942) dan riwayat penyakit keluarga (p value = 0.481) dengan sindrom koroner kronik dan didapatkan bahwa diabetes melitus tipe 2 merupakan faktor risiko yang paling berperan dengan dengan kejadian SKK di RSUDZA Banda Aceh (CC = 3.09).&#13;
Kata Kunci: Faktor Risiko, Sindrom Koroner Kronik. &#13;
</note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>87000</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2021-01-07 16:09:05</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2021-01-07 16:13:49</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>