<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="86970">
 <titleInfo>
  <title>PENGARUH PENAMBAHAN ABU CANGKANG KERANG TERHADAP KUAT TEKAN BETON DENGAN NILAI FAS 0,60</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>M. IQBAL FADHIL</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Universitas Syiah Kuala</publisher>
   <dateIssued>2021</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Null</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Di indonesia bahan tambahan telah banyak digunakan, manfaat dari bahan tambahan tersebut perlu dibuktikan dengan menggunakan bahan agregat dan jenis semen yang sama  dengan  bahan  yang  digunakan  dilapangan.  Bahan  tambah  (admixture) digunakan untuk memodifikasi sifat dan karakteristik dari beton misalnya untuk meningkatkan kekuatan tekan beton dan memperbaiki kinerja beton. Bahan –  bahan limbah disekitar  lingkungan  dapat  dimanfaatkan  sebagai  bahan  tambahan dalam campuran beton.  Sebagian  besar  Indonesia  adalah  daerah  perairan  Laut  oleh karena itu, perlu mencari innovasi baru untuk campuran beton dengan menggunakan hasil laut  yang sudah  tidak  dimanfaatkan  lagi  berupa  limbah.  Hal  tersebut memberikan alternatif untuk memanfaatkan limbah-limbah yang tidak termanfaatkan lagi,  seperti  cangkang  kerang.  Cangkang  kerang  mengandung  senyawa  kimia pozzolan  yaitu  mengandung  zat  kapur  (CaO),  Aluminium  oksida  dan  silika. Sehingga  diharapkan  cangkang  kerang  dapat  meningkatkan  karakteristik  beton. Pengujian  dilakukan  pada  saat  saat  benda  uji  berumur  7,  dan  14  hari  dengan menggunakan  Faktor  Air  Semen  (FAS)  yang  digunakan  pada  penelitian  ini  adalah 0,6 dengan jumlah benda uji 12 buah benda uji silinder berdiameter 15 cm dan tinggi 30 cm. Masing-masing pengujian terdiri dari 6 benda uji dengan pembagian 6 benda uji  untuk  normal  dan  6  benda  uji  untuk  penambahan  cangkang  kerang  untuk  setiap variasi  umur  menggunakan  3  benda  uji.  Hasil  penelitian  menunjukkan  bahwa  kuat tekan rata-rata pada umur 7 hari sebesar 18,25 MPa dan pada umur 14 hari sebesar 26,56 MPa. Sedangkan dengan menggunakan cangkang kerang menunjukkan bahwa bahwa kuat tekan rata-rata pada umur 7 hari sebesar 16,78 MPa, dan pada umur 14 hari  sebesar  23,81.  Dari  hasil  penelitian  tersebut  menunjukkan  bahwa  beton  normal memiliki kuat tekan  yang lebih tinggi dari pada  cangkang kerang namun perbedaan nya tidak terlalu signifikan.</note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>86970</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2021-01-07 14:03:26</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2021-01-07 15:09:52</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>