<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="86957">
 <titleInfo>
  <title>PERBEDAAN PEMBERIAN ASI EKSLUSIF DAN ASI NON EKSKLUSIF DENGAN KEJADIAN DERMATITIS ATOPIK PADA BALITA DI RSUDZA BANDA ACEH</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>FEBBY MUTIA SAFIRA</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Universitas Syiah Kuala</publisher>
   <dateIssued>2021</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Null</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Dermatitis atopik merupakan salah satu penyakit kulit inflamasi kronis yang sering relaps. Selama beberapa dekade terakhir, prevalensi dermatitis atopik pada anak mengalami peningkatan sebanyak 2-3 kali lipat di negara industri seperti Amerika Serikat dan Jepang. Penyakit alergi seperti dermatitis atopik pada anak-anak harus dicegah sedini mungkin karena anak memerlukan tumbuh dan kembang yang optimal. Faktor pencegah tersebut diantaranya dengan memberikan ASI eksklusif dimana selain memberikan nutrisi diduga mampu melindungi bayi terhadap penyakit alergi seperti dermatitis atopik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan pemberian ASI eksklusif dan ASI non eksklusif dengan kejadian dermatitis atopik pada balita di Rumah Sakit Umum Daerah dr. Zainoel Abidin (RSUDZA) Banda Aceh. Metode yang digunakan adalah analitik observasional dengan desain cross-sectional dan teknik consecutive sampling. Data penelitian diperoleh dari rekam medis pasien. Hasil penelitian menunjukkan terdapat 120 sampel yang terdiri dari perempuan 31 orang (52,5%) dan laki-laki 25 orang (43,9%) dengan usia terbanyak yaitu kurang dari satu tahun (34,2%). Kriteria mayor Hanifin dan Rajka yang paling banyak ditemukan pada penelitian ini adalah pruritus yaitu sebanyak 52 anak (92,9%), sedangkan kriteria minor adalah xerosis yaitu ditemukan pada 45 anak (80,4%) dari total 56 anak yang didiagnosis dermatitis atopik. Analisis menggunakan Chi Square menunjukkan p-value 0,000 (p-value ? 0,05) dan rasio prevalensi 2,219 sehingga dapat disimpulkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan antara anak yang mendapatkan ASI eksklusif dan ASI non eksklusif terhadap kejadian dermatitis atopik.</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <subject authority="">
  <topic>BREAST FEEDING - HEALTH</topic>
 </subject>
 <subject authority="">
  <topic>ATOPIC DERMATITIS - MEDICINE</topic>
 </subject>
 <classification>616.51</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>86957</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2021-01-07 13:10:13</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2026-01-09 15:47:53</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>