Electronic Theses and Dissertation
Universitas Syiah Kuala
NULL
PERILAKU JOINT BALOK KOLOM PBI 1971 TERHADAP PEMBEBANAN SIKLIK
Pengarang
Muhammad Farizki - Personal Name;
Dosen Pembimbing
Nomor Pokok Mahasiswa
1304101010067
Fakultas & Prodi
Fakultas Teknik / Teknik Sipil (S1) / PDDIKTI : 22201
Subject
Kata Kunci
Penerbit
Banda Aceh : Universitas Syiah Kuala., 2021
Bahasa
Indonesia
No Classification
-
Literature Searching Service
Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)
Joint balok-kolom merupakan komponen struktur utama yang berfungsi menyangga beban struktur. Daerah hubungan balok-kolom merupakan daerah kritis yang perlu didesain benar-benar akurat sehingga mampu menyerap energi dengan baik pada saat terjadi gempa. Kemampuan joint balok kolom untuk berdeformasi beban siklik (pembebanan berulang) pada daerah joint balok kolom memberikan struktur yang baik, sehingga mampu meminimalisasi kerusakan yang terjadi akibat goyangan gempa bumi. Pada penelitian ini yaitu untuk mempelajari kemampuan struktur bangunan pada elemen joint balok kolom beton bertulang dalam menahan beban siklik berdasarkan pada Peraturan Beton Bertulang Indonesia 1971 N.I.2. Benda uji berjumlah 1 (satu) (BMN-F) dengan mutu beton 23,02 MPa dan mutu baja 320 MPa. Balok berukuran 30 x 120 x 40 cm, kolom berukuran 30 x 30 x 200 cm dengan mengunakan tulangan 8Ø14 mm dan tulangan sengkang Ø10-100 mm dengan tegangan leleh (fy) 240 MPa. Pengujian yang dilakukan dengan memberikan beban siklik secara bertahap hingga benda uji hancur. Beban diberikan dengan hydraulic jack yang disalurkan melalui load cell dan dihubungkan dengan Portable Data Logger untuk pembacaan beban pada benda uji. Benda uji beton bertulang juga dipasang strain gauge untuk merekam regangan beton dan baja. Strain gauge dipasang pada joint antara balok dan kolom. Berdasarkan hasil penelitian kapasitas beban siklik pada daerah joint balok kolom PBI 1971 didapatkan beban tekan maksimum sebesar 7,471 tf (tekan) pada kontrol beban 7,5 ton siklus 1 dengan displacement 23,74 mm dan 5,19 tf (tarik) pada kontrol beban 5 ton siklus 2 dengan displacement 9,05 mm. Penurunan kekakuan yang diperoleh sebesar 0,357 dari displacement 4,35 mm sampai displacement 27,56 mm. Energi disipasi terbesar terjadi pada kontrol beban 7,5 ton. Nilai energi disipasi terbesar sebesar 12,46 ton.
Tidak Tersedia Deskripsi
PERILAKU JOINT BALOK KOLOM STANDAR PBI 1971 TERHADAP BEBAN SIKLIK SETELAH PERBAIKAN DENGAN BAHAN FEROSEMEN (MAULANA LIRAD, 2020)
PERBAIKAN JOINT KOLOM BALOK DENGAN FEROSEMEN YANG DIBEBANI SIKLIK SESUAI DENGAN PBI 1971 (MUHAMMAD FAIS IRSYAD, 2021)
PERILAKU JOINT BALOK KOLOM YANG DIBEBANI SIKLIK SETELAH PERBAIKAN DENGAN MENGGUNAKAN FEROSEMEN SESUAI DENGAN PBI 1971 (FAS 0,6) (ANDI AFRIRANDA, 2021)
PERILAKU JOINT BALOK KOLOM PBI 1971 TERHADAP PEMBEBANAN SIKLIK (Muhammad Farizki, 2021)
ANALISIS PERILAKU JOINT BALOK KOLOM TERHADAP BEBAN SIKLIK SESUAI DENGAN SNI 2847-2013 (Rachmat Nur Mahyuddin, 2018)