BUNGONG JAROE PADA UPACARA ADAT TUENG DARA BARÔ DI MASYARAKAT NAGAN RAYA PROVINSI ACEH | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    NULL

BUNGONG JAROE PADA UPACARA ADAT TUENG DARA BARÔ DI MASYARAKAT NAGAN RAYA PROVINSI ACEH


Pengarang

MONA RAUSAH - Personal Name;

Dosen Pembimbing



Nomor Pokok Mahasiswa

1606104010057

Fakultas & Prodi

Fakultas KIP / Pendidikan Kesejahteraan Keluarga (S1) / PDDIKTI : 83206

Subject
-
Kata Kunci
-
Penerbit

Banda Aceh : Universitas Syiah Kuala., 2021

Bahasa

Indonesia

No Classification

-

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

Mona Rausah. 2020. “Bungong Jaroe pada Upacara Adat Tueng Dara Barô di Masyarakat Nagan Raya Provinsi Aceh” Skripsi Program Studi Pendidikan Kesejahteraan Keluarga (Tata Boga), Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Syiah Kuala. Pembimbing:

(1) Dr. Dra. Izwani, M.A, (2) Dra. Zuraini, M, M.Pd

Kata Kunci: Upacara adat Tueng Dara Barô, Bungông Jaroe, makanan dan penganan tradisional

Upacara adat Tueng Dara Barô adalah upacara mengundang Dara Barô beserta rombongan ke rumah orang tua Lintô Barô (mertua). Pada upacara ini, Rombongan Dara Barô membawa makanan dan penganan sebagai Bungong Jaroe. Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan pelaksanaan upacara adat Tueng Dara Barô, makanan dan penganan tradisional yang dibawa sebagai Bungong Jaroe pada upacara adat Tueng Dara Barô, serta makna yang terkandung dalam makanan dan penganan tradisional yang dibawa pada upacara adat Tueng Dara Barô. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini yaitu deskriptif kualitatif. Instrumen pengumpulan data yang digunakan yaitu alat tulis, kamera, alat perekam dan daftar wawancara. Teknik pengambilan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Berdasarkan hasil penelitian, upacara adat Tueng Dara Barô merupakan tradisi budaya leluhur yang masih dilaksanakan di Nagan Raya sampai saat ini. Rombongan Dara Barô datang dengan membawa Bungong Jaroe berupa makanan dan penganan tradisional. Makanan yang dibawa pada upacara ini yaitu Nasi (Bu Kulah) beserta lauk pauk seperti Eungkôt Thô, gulè sie manok, gulè sie keubeue, dan Boh Itèk Jruek. Penganan tradisional yang dibawa pada upacara ini terdiri dari Keukarah, Bungong Kayèe, Wajèp, Halua Meuseukat, Geulamô, Bhoy, Kue Seupét, Kue Semprèt, Kue Loyang, dan Bu Thô. Penganan yang menjadi icon pada upacara ini yaitu Keukarah dan Bungong Kayèe. Bungong Jaroe pada upacara adat Tueng Dara Barô mempunyai makna simbolis yaitu melambangkan Dara Barô harus bisa memasak untuk keluarganya nanti. Bungong Jaroe yang dibawa oleh Dara Barô Juga merupakan simbol ikatan terjalinnya sebuah keluarga baru.

Tidak Tersedia Deskripsi

Citation



    SERVICES DESK