<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="86917">
 <titleInfo>
  <title>HUBUNGAN PENGETAHUAN IBU DENGAN KEPATUHAN PEMBERIAN ZINC PADA BALITA PENDERITA DIARE DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS ULEE KARENG BANDA ACEH</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>ELENA SAFITRI</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Universitas Syiah Kuala</publisher>
   <dateIssued>2021</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Null</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Diare merupakan masalah kesehatan serius dan menjadi penyebab kedua kematian akibat penyakit infeksi pada balita tahun 2019. Penyebab utama kematian balita akibat diare adalah dehidrasi serta penanganan yang tidak tepat selama diare. Disamping pemberian oralit untuk mengatasi dehidrasi selama diare, World Health Organization (WHO) merekomendasikan pemberian zinc selama 10 hari karena terbukti lebih efektif menyembuhkan diare serta mencegah diare berulang. Berbagai penelitian mengungkapkan bahwa pengetahuan ibu balita mengenai zinc di Indonesia masih rendah dan pemberian zinc pada balita diare masih kurang tepat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan pengetahuan ibu dengan kepatuhan pemberian zinc pada balita penderita diare di wilayah kerja Puskesmas Ulee Kareng Banda Aceh. Jenis penelitian yang digunakan adalah descriptive correlative dengan desain cross sectional study. Teknik pengambilan sampel yang digunakan yaitu snowball sampling dengan jumlah sampel sebanyak 103 ibu yang memiliki balita dengan riwayat diare setahun terakhir. Pengumpulan data dilakukan dengan teknik wawancara terstruktur menggunakan kuesioner skala Guttman. Hasil analisa uji Chi-Square menunjukkan bahwa ada hubungan pengetahuan ibu dengan kepatuhan pemberian zinc pada balita diare (p = 0,000). Instansi pelayanan kesehatan diharapkan dapat meningkatkan promosi kesehatan mengenai pentingnya pemberian zinc pada balita diare agar dapat meningkatkan pengetahuan ibu dan kepatuhan pemberian zinc pada balita diare.</note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>86917</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2021-01-07 10:02:40</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2021-01-08 15:52:56</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>