PERILAKU JOINT BALOK KOLOM YANG DIBEBANI SIKLIK SETELAH PERBAIKAN DENGAN MENGGUNAKAN FEROSEMEN SESUAI DENGAN PBI 1971 (FAS 0,6) | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    NULL

PERILAKU JOINT BALOK KOLOM YANG DIBEBANI SIKLIK SETELAH PERBAIKAN DENGAN MENGGUNAKAN FEROSEMEN SESUAI DENGAN PBI 1971 (FAS 0,6)


Pengarang

ANDI AFRIRANDA - Personal Name;

Dosen Pembimbing



Nomor Pokok Mahasiswa

1604101010104

Fakultas & Prodi

Fakultas Teknik / Teknik Sipil (S1) / PDDIKTI : 22201

Subject
-
Kata Kunci
-
Penerbit

Banda Aceh : Universitas Syiah Kuala., 2021

Bahasa

Indonesia

No Classification

-

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

Perencanaan struktur beton bertulang di Indonesia terus berkembang seiring dengan bekembang ilmu pengetahuan dan teknologi, mulai dari PBI 1971, kemudian diperbarui menjadi SK-SNI T-15- 1991-03, lalu diperbaruhi pada SNI 03-2847-2002, dan saat ini juga telah diterbitkan pedoman terbaru yaitu SNI 03-2847-2013. Untuk pedoman perencanaan ketahanan gempa juga mengalami pembaharuan, yang telah lama digunakan adalah SNI 1726 2002, dan saat ini telah juga diterbit edisi terbaru SNI 1726 2013. Karena adanya perubahan peraturan tersebut, bangunan yang masih menggunakan peraturan lama harus dilakukan upaya perbaikan struktur, terutama pada daerah sambungan balok dan kololm (joint balok-kolom). Salah satu alternatif perbaikan yang dapat digunakan yaitu dengan bahan ferosemen. Ferosemen merupakan beton bertulang tipis yang menggunakan wire mesh sebagai tulangan utama dengan mortar semen hidrolis. Penelitian ini bertujuan untuk melihat perilaku joint balok kolom standar PBI 1971 akibat beban siklik setelah perbaikan dengan bahan ferosemen. Objek penelitian merupakan joint balok kolom standar PBI 1971. Penelitian dilakukan di Laboratorium Konstruksi dan Bahan Bangunan Fakultas Teknik Universitas Syiah Kuala. Penelitian ini menggunakan benda uji berbentuk joint balok kolom dengan ukuran balok 30×40×120 cm dan ukuran kolom 30×30×200 cm. Perbaikan dilakukan dengan melekatkan ferosemen pada daerah joint. Pengujian dilakukan dengan pembebanan siklik secara tekan dan tarik dengan arah lateral terhadap balok. Berdasarkan hasil penelitian penambahan ferosemen pada daerah joint balok kolom PBI 1971 didapatkan beban tekan maksimum sebesar 6,87 tf dan beban tarik maksimum sebesar 5,48 tf dan faktor daktilitas didapat sebesar 5,24. Retak yang terjadi menyebabkan patahan antara balok dan kolom.

Tidak Tersedia Deskripsi

Citation



    SERVICES DESK