UJI EFEKTIVITAS CENDAWAN PATOGEN PENICILLIUM SP. DAN TRICHODERMA SP. TERHADAP MORTALITAS RAYAP COPTOTERMES CURVIGNATHUS | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    NULL

UJI EFEKTIVITAS CENDAWAN PATOGEN PENICILLIUM SP. DAN TRICHODERMA SP. TERHADAP MORTALITAS RAYAP COPTOTERMES CURVIGNATHUS


Pengarang

SIRTINA HANUM - Personal Name;

Dosen Pembimbing



Nomor Pokok Mahasiswa

1708204010007

Fakultas & Prodi

Fakultas MIPA / Biologi (S2) / PDDIKTI : 46101

Subject
-
Kata Kunci
-
Penerbit

Banda Aceh : Universitas Syiah Kuala., 2021

Bahasa

Indonesia

No Classification

-

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

Rayap dikenal sebagai serangga perusak kayu yang sangat merugikan. Pengendalian rayap yang menggunakan senyawa kimia telah berdampak terhadap lingkungan, sehingga dibutuhkan suatu teknologi yang ramah lingkungan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas cendawan Penicillium sp. dan Trichoderma sp. dalam mengontrol rayap serta simtomatologi rayap C. curvignathus yang terinfeksi cendawan. Metode yang digunakan adalah eksperimental menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) untuk mengetahui pengaruh cendawan terhadap rayap C. curvignathus. Analisis probit digunakan untuk mendapatkan nilai Lethal Concentration (LC50) dan Lethal Time (LT50). Hasil penelitian diperoleh nilai LC50 cendawan Penicillium sp. adalah 1 x 107 konidia/mL dengan LT50 5,4 hari, sedangkan cendawan Trichoderma sp. adalah 1,8 x 106 konidia/mL dengan LT50 2,4 hari. Mortalitas tertinggi C. curvignathus akibat cendawan Penicillium sp. adalah 77,71% pada kerapatan konidia tertinggi yaitu 109 konidia/mL, sedangkan mortalitas tertinggi akibat cendawan Trichoderma sp. adalah 85,7% pada kerapatan konidia terendah yaitu 104 konidia/mL. Simtomatologi rayap yang diperoleh adalah perubahan warna pada tubuh rayap serta tumbuhnya miselium cendawan yang menutupi tubuh rayap.

Kata kunci: Entomopatogen, Pencillium sp., Trichoderma sp., Coptotermes curvignathus, patogenitas.


Termites are known as highly wood destroyer insect. Control termite use chemical compounds has an impact on the environment, so we need environmentally friendly technology. This research aimed to determined the efficacy of Penicillium sp. and Trichoderma sp. to control termite population and the symptomatology of Coptotermes curvignathus which infected by the fungi. The method used was experimental with completly random design to know the pathogenity of fungi to C. curvignathus. Probit analysis was used to determined value of Lethal Concentration (LC50) and Lethal Time (LT50). The result showed that LC50 and LT50 of Penicillium sp. and Trichoderma sp. was 1 x 107 conidia/mL within 5,4 days and 1,8 x 106 conidia/mL within 2,4 days, respectively. High mortality of C. curvignathus due to Penicillium sp. was 77,71% in highest concentration (109 conidia/mL) while mortality due to Trichoderma sp. was 85,69% in lowest concentration (104 conidia/mL). Symptomatology of termite showed that the body colour was change and mycelium covered all part of the body.

Key words: Entomopathogen, Penicillium sp., Trichoderma sp., C. curvignathus, pathogenicity.

Tidak Tersedia Deskripsi

Citation



    SERVICES DESK