<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="86871">
 <titleInfo>
  <title>HUBUNGAN TERJADINYA HIPEREMESIS GRAVIDARUM DENGAN PENYAKIT HIRSCHSPRUNG DI RUMAH SAKIT UMUM DAERAH DR. ZAINOEL ABIDIN (RSUDZA) BANDA ACEH</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>dr. Muhammad Arafat Muchtar</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Universitas Syiah Kuala</publisher>
   <dateIssued>2021</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Null</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Latar Belakang: Penyakit Hirschsprung adalah suatu kelainan bawaan tidak&#13;
didapatkannya sel ganglion intestinal akibat berhentinya proses migrasi persarafan&#13;
intestinal di minggu kelima hingga minggu kedua belas usia kehamilan. Faktor&#13;
lingkungan embrional seperti malnutrisi saat kehamilan menjadi predisposisi&#13;
terjadinya proses tersebut. Salah satu gangguan selama kehamilan trimester&#13;
pertama yang mempengaruhi asupan nutrisi pada maternal adalah Hiperemesis&#13;
Gravidarum.&#13;
Metode: Penelitian ini adalah penelitian analitik observasional dengan rancangan&#13;
case control. Dalam penelitian ini melibatkan 60 sampel pasien anak dengan&#13;
konstipasi, keseluruhan sampel tersebut dibagi kedalam dua kelompok yaitu&#13;
kelompok kontrol untuk sampel dengan hasil Patologi Anatomi (PA) berupa nonhirscsprung dan kelompok kasus untuk sampel dengan hasil PA berupa penyakit&#13;
hirschsprung. Seluruh ibu dari sampel dilakukan wawancara untuk menelusuri&#13;
adanya riwayat hiperemesis gravidarum menggunakan kuesioner PregnancyUnique Quantification Of Emesis (PUQE). Analisa statistik dilakukan dengan&#13;
menggunakan Chi-Square Test dan dilakukan perhitungan odd ratio (OR) untuk&#13;
melihat kejelasan tentang dinamika hubungan antara faktor resiko dan faktor efek.&#13;
Hasil: Hasil penelusuran riwayat Hiperemesis Gravidarum yang dialami Ibu saat&#13;
kehamilan, ditemukan adanya hubungan antara kedua variabel penelitian dimana&#13;
p=0,008. Berdasarkan perhitungan odd-ratio, Hiperemesis Gravidarum yang&#13;
dialami Ibu selama Kehamilan 5,231 kali lebih beresiko dapat menyebabkan bayi&#13;
lahir dengan Penyakit Hirschsprung dibandingkan Ibu yang tidak mengalami&#13;
Hiperemesis Gravidarum.&#13;
Kesimpulan: Hiperemesis Gravidarum merupakan salah satu faktor lingkungan&#13;
yang mempengaruhi terjadinya Hirschprung dan Ibu dengan hiperemesis&#13;
gravidarum 5 kali lebih beresiko terjadinya penyakit Hirschsprung.&#13;
Kata Kunci: Hirschsprung, Epigenetik, Hiperemesis Gravidarum, PUQE.</note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>86871</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2021-01-06 16:57:57</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2021-01-06 17:04:08</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>