<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="86846">
 <titleInfo>
  <title>MEKANISME PENCABUTAN KETENTUAN DALAM UNDANG-UNDANG OTONOMI KHUSUS ACEH BERDASARKAN PERATURAN PERUNDANG-UNDANGAN NASIONAL</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>KAUTSAR</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Universitas Syiah Kuala</publisher>
   <dateIssued>2021</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Null</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>MEKANISME PENCABUTAN KETENTUAN DALAM UNDANG-UNDANG OTONOMI&#13;
KHUSUS ACEH BERDASARKAN PERATURAN PERUNDANG-UNDANGAN NASIONAL&#13;
Kautsar Muhammad Yus?&#13;
Husni??&#13;
M. Gaussyah???&#13;
ABSTRAK&#13;
Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2006 tentang Pemerintahan Aceh mengatur tentang lembaga&#13;
pelaksanaan Pemilu dan Pilkada di Aceh. Ketentuan mengenai lembaga pelaksanaan Pemilu dan&#13;
Pilkada di Aceh tersebut dinyatakan dicabut dan tidak berlaku lagi dalam Undang-Undang Nomor 7&#13;
Tahun 2017 tentang Pemilihan Umum. Masalah pokok penelitian ini ialah apakah pencabutan&#13;
ketentuan dalam undang-undang otonomi khusus Aceh telah sesuai dengan peraturan perundangundangan&#13;
nasional dan apakah konsekuensi yuridis jika pencabutan ketentuan undang-undang bersifat&#13;
khusus di Aceh tidak sesuai dengan mekanisme yang berlaku.&#13;
Tujuan Penelitian ini untuk mengetahui dan menjelaskan kesesuaian mekanisme pencabutan&#13;
ketentuan dalam undang-undang otonomi khusus Aceh dengan peraturan perundang-undangan&#13;
nasional serta konsekuensi yuridis jika pencabutan ketentuan undang-undang bersifat khusus di Aceh&#13;
tidak sesuai dengan mekanisme yang berlaku.&#13;
Metode penelitian yang digunakan adalah metode penelitian yuridis normatif. Sumber data&#13;
dalam penelitian ini adalah data sekunder yang terdiri atas bahan hukum primer, bahan hukum&#13;
sekunder, dan bahan hukum tersier. Data yang diperoleh diklasifikasi dan disusun dalam bentuk&#13;
naratif, kemudian dianalisis dengan pendekatan kualitatif.&#13;
Hasil penelitian menunjukkan bahwa pertama,pencabutan ketentuan dalam undang-undang&#13;
otonomi khusus Aceh tidak sesuai dengan mekanisme yang di atur dalam peraturan perundangundangan&#13;
nasioanal. Pencabutan Pasal 57 dan Pasal 60 ayat (1), ayat (2), serta ayat (4) Undang-&#13;
Undang Nomor 11 Tahun 2006 tentang Pemerintah Aceh melahui Undang-Undang Nomor 7 Tahun&#13;
2017 tentang Pemilihan Umum mengabaikan perintah dari Pasal 269 ayat (3) yaitu dalam hal adanya&#13;
rencana perubahan Undang-Undang ini dilakukan dengan terlebih dahulu berkonsultasi dan&#13;
mendapatkan pertimbangan DPRA. Kedua, konsekuensi yuridis dari pencabutan norma yang ada di&#13;
dalam Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2006 tentang Pemerintahan Aceh oleh Undang-Undang&#13;
Nomor 7 Tahun 2017 tentang Pemilu batal demi hukum karena cacat formil dan tidak sesuai dengan&#13;
mekanisme yang diatur dalam peraturan perundang-undangan.&#13;
Setiap pencabutan maupun perubahan terhadap norma-norma yang ada di dalam Undang-Undang&#13;
Nomor 11 Tahun 2006 tentang Pemerintahan Aceh harus dilakukan dengan mekanisme konsultasi&#13;
atau pertimbangan disertai dengan pemberian draft dari DPRA sebagaimana diatur di dalam peraturan&#13;
perundang-undangan. DPRA harus menyiapkan draftnya sendiri mengenai mekanisme konsultasi&#13;
yang kemudian di serahkan kepada DPR RI untuk di bahas dan diajukan menjadi tatib DPR RI&#13;
mengenai mekanisme konsultasi ke DPRA terkait pengesahan undang-undang yang berkenaan dengan&#13;
Aceh.&#13;
Kata Kunci: Pencabutan Undang-Undang Otonomi Khusus Aceh, Peraturan Perundang -&#13;
Undangan Nasional.&#13;
? Mahasiswa&#13;
?? Ketua Komisi Pembimbing&#13;
??? Anggota Komisi Pembimbing</note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>86846</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2021-01-06 15:06:29</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2021-01-06 15:50:18</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>