<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="86843">
 <titleInfo>
  <title>UJI KINERJA ALAT PEMBUAT GULUDAN TIPE BED FORMER MENGGUNAKAN TRAKTOR RODA DUA</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Uzair</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Universitas Syiah Kuala</publisher>
   <dateIssued>2021</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Null</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Guludan adalah suatu sistem konservasi lahan kritis dimana tanaman pangan ditanam pada lorong di antara barisan tanaman pagar dan merupakan sumber bahan organik dan hara terutama N untuk tanaman lorong. Pengaplikasian guludan sebagai  media tanam memberikan banyak manfaat seperti mengatasi laju limpasan (run off), erosi, memperbaiki aerasi maupun drainase, mempermudah pertumbuhan, dll. Perancangan bed former dilakukan agar mempermudah petani dalam pembuatan guludan termasuk menciptakan upaya mekanisasi pertanian yang efektif dan efesien. Penelitian ini bertujuan menguji rancangan alat pembuat guludan bed former dengan mengetahui karakteristik tanah, persentase slip dan pengaruh kedalaman furrower sebagai pengumpul tanah dan pembuka alur terhadap pembuatan guludan menggunakan traktor roda dua. Hasil penelitian mengacu pada perbedaan kedalaman furrower dimana pembuatan guludan dilakukan pada kedalaman  furrower 15 cm dan kedalaman  furrower 20 cm dengan mengambil tiga sampel guludan pada masing-masing kedalaman. Berdasarkan hasil pengujian bed former pada tiga guludan dikedalaman furrower 15 cm menghasilkan guludan dengan tinggi rata-rata adalah 19,66 cm, lebar atas 46,33 cm, lebar bawah 65,66 cm, dan jarak antar guludan 40 cm dengan waktu tempuh rata-rata yaitu 17,22 detik. Pada kedalaman furrower 20 cm rata-rata tinggi guludan diperoleh  sebesar 23,66 cm, lebar atas 41,3 cm, lebar bawah 67,33 cm, dan jarak antar guludan 40,33 cm dengan rata-rata waktu tempuh adalah 20,88 detik. Lahan yang digunakan pada proses pembuatan guludan memiliki tekstur tanah lempung liat berpasir dengan kadar pasir  55 %, debu  16 %, dan liat 28 %. Pengujian bed former dalam hal ini mempengaruhi kadar air tanah dan berat isi tanah (bulk density). Kadar air tanah sebelum pembuatan guludan diperoleh sebesar 27,91 % mengalami penurunan menjadi 24,58 % setelah pembuatan guludan. Adapun nilai bulk density yang diperoleh sebelum pembuatan guludan yaitu 1,26 g/cm3 dan setelah pembuatan guludan menjadi 0,89 g/cm3. Persentase slip pada pembuatan guludan di kedalaman furrower 15 cm diperoleh nilai rata-rata sebesar 15,17 %, sedangkan kedalaman furrower 20 cm persentase slip mencapai 23 %.</note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>86843</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2021-01-06 15:03:26</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2021-01-06 16:00:34</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>