PERSEPSI MASYARAKAT GAYO TERHADAP IMPLEMENTASI KEBIJAKAN TENTANG HIMNE ACEH | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    NULL

PERSEPSI MASYARAKAT GAYO TERHADAP IMPLEMENTASI KEBIJAKAN TENTANG HIMNE ACEH


Pengarang

Fakhrurrazi - Personal Name;

Dosen Pembimbing



Nomor Pokok Mahasiswa

1310103010014

Fakultas & Prodi

Fakultas Ilmu Sosial dan Politik / Ilmu Politik (S1) / PDDIKTI : 67201

Subject
-
Kata Kunci
-
Penerbit

Banda Aceh : Universitas Syiah Kuala., 2021

Bahasa

Indonesia

No Classification

-

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

Aceh merupakan salah satu daerah yang memiliki keistimewaan. Salah satu keistimewaan yang dimiliki yaitu dibolehkan memiliki Himne tersendiri. Himne Aceh memiliki tujuan untuk mendeskripsikan secara spesifik tentang Aceh, baik dalam hal kebudayaan dan juga sebagai wujud rasa syukur kehadiran sang pencipta. Namun himne yang disahkan menggunakan bahasa Aceh untuk menyanyikannya padahal di Aceh memiliki 12 suku yang mendiaminya. Salah satunya suku Gayo. Suku Gayo dalam berkomunikasi sehari-hari menggunakan bahasa lokal yang berbeda dengan bahasa Aceh. Impelementasi qanun nomor 2 tahun 2018 tentang Himne Aceh melahirkan persepsi diantara masyarakat gayo Penelitian ini bertujuan; untuk mengetahui Persepsi Masyarakat Gayo Terhadap Implementasi Qanun No 2 Tahun 2018 Tentang Himne Aceh; untuk mengetahui Pengaruh Implementasi Qanun No. 2 Tahun 2018 Tentang Himne Aceh Terhadap Identitas Masyarakat Gayo. Penelitian ini menggunakan dua teori yaitu teori Impelementasi kebijakan dan teori politik identitas sebagai alat analisisnya. Metode penelitiannya yaitu metode penelitian kualitatif. Sumber data dalam penelitian berasal dari dua sumber yaitu sumber data primer dan data sekunder. data primer diperoleh melalui wawancara, sedangkan data sekunder diperoleh melalui dokumentasi/kepustakaan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa persepsi masyarakat gayo terhadap implementasi qanun nomor 2 tahun 2018 tentang Himne Aceh negatif sehingga persepsi tersebut dapat menghambat implementasi qanun tersebut pada kalangan masyarakat etnis gayo. Adapun yang menyebabkan lahirnnya persepsi masyarakat negatif pertama Himne Aceh kurang disosialisasi kepada masyarakat etnis Gayo dan etnis Gayo kesulitan dalam menyanyikannya, kedua Himne Aceh tidak Mewakili Etnis Gayo sedikit pun unsur-unsur budaya masyarakat gayo tidak dimuat didalamnnya. Masyarakat gayo tidak memiliki pengaruh terhadap identitas masyarakat gayo meskipun dengan Implementasi qanun tersebut. Politik identitas masyarakat gayo diperoleh berdasarkan dua ikatan. Ikatan primordialisme dan ikatan konstruktivisme. Ikatan primordialisme diperoleh dari keturunan sedangkan ikatan secara kontruktivisme diperoleh melalui pembiasaan yang dilakukan oleh masyarakat dengan adanya bahasa lokal sebagai alat komunikasi sehari-hari. Bahasa lokal tersebut memperkuat identitas yang dimiliki etnis gayo sebelumnnya. Kendati dengan lahirnnya himne Aceh. Himne Aceh tidak dapat mempengaruhi identitas yang dimiliki oleh etnis gayo. Politik identitas yang dimiliki telah melahirkan sebuah persepsi secara kolektif untuk melakukan revisi terhadap Qanun No. 2 Tahun 2018 Tentang Himne Aceh. Meskipun memiliki perbedaan secara profesi
Kata Kunci: Etnis gayo, Himne Aceh, Qanun No 2 tahun 2018 Tentang Himne Aceh

Tidak Tersedia Deskripsi

Citation



    SERVICES DESK