UJI AKTIFITAS BEBERAPA SUB FRAKSI N- HEKSANA EKSTRAK ALELOPATI BABADOTAN (AGERATUM CONYZOIDES L. ) TERHADAP PERTUMBUHAN BAYAM DURI (AMARANTHUS SPINOSUS L.) | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    NULL

UJI AKTIFITAS BEBERAPA SUB FRAKSI N- HEKSANA EKSTRAK ALELOPATI BABADOTAN (AGERATUM CONYZOIDES L. ) TERHADAP PERTUMBUHAN BAYAM DURI (AMARANTHUS SPINOSUS L.)


Pengarang
Dosen Pembimbing



Nomor Pokok Mahasiswa

1609200190016

Fakultas & Prodi

Fakultas / / PDDIKTI :

Subject
-
Kata Kunci
-
Penerbit

Banda Aceh : Universitas Syiah Kuala., 2021

Bahasa

Indonesia

No Classification

-

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

Tumbuhan mengeluarkan senyawa alelopati yang dapat menghambat pertumbuhan tanaman lain sehingga berpotensi sebagai bahan herbisida nabati. Salah satu karatkter alelopati yang dapat digunakan dalam menentukan kriteria yang dapat dijadikan bahan dasar hebisida nabati ialah alelopati yang spesifik menghambat pertumbuhan tanaman target dan non target. Sumber alelopati yang digunakan pada penelitian ini adalah babadotan (A. conyzoides) yang menggunakan pelarut N-heksan terhadap pertumbuhan (A. spinosus). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh fraksi n-heksana (sub fraksi A, sub fraksi B dan sub fraksi C) ekstrak Ageratum conyzoides L. terhadap pertumbuhan gulma bayam duri. Penelitian ini dilaksankan dari September 2017- Mei 2018 di Laboratorium Ilmu Gulma dan Laboratorium Analisis Pangan Fakultas Pertanian, Laboratorium Fakultas Keguruan Ilmu Pengetahuan (FKIP) Kimia, , Laboratorium Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Kimia, Laboratorium Kimia Organik Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Universitas Gajah Mada dan Kebun Percobaan Fakultas Pertanian Universitas Syiah Kuala.
Rancangan yang digunakan dalam penelitian ini Rancangan Acak Lengkap (RAL) pola faktorial yang terdiri 2 faktor yaitu : Faktor Sub fraksi ( F1= Sub fraksi A, F2 = Sub fraksi B, F3 = Subfraksi C) dan Faktor Konsentrasi (K1= 5%, K2= 10%, K3= 15%) dan Kontrol(F0). Setiap perlakuan memiliki 3 ulangan. Sehingga terdapat 9 satuan kombinasi percobaan. Setiap satuan percobaan terdiri dari 4 unit gulma, sehingga terdapat 108 unit percobaan.
Hasil penelitian menunjukan di dalam fraksi n-heksana (sub fraksi A,sub fraksi B dan sub fraksi C) ekstrak Ageratum conyzoides L. mengandung senyawa metabolit sekunder yang sesuai dengan hasil uji fitokimia dan hasil analisa senyawa menggunakan Gas Cromatografy Mass Spectromety (gcms). Pemberian fraksi n-heksana( sub fraksi A, sub fraksi B dan Sub fraksi C) ekstrak Ageratum conyzoides L. dengan konsenrasi 15% berpengaruh terhadap persentase gulma sebesar 97% dan juga berpengaruh terhadap Tinggi Amaranthus spinosus L., diameter batang, panjang akar, bobot kering akar, bobot kering tajuk.

Tidak Tersedia Deskripsi

Citation



    SERVICES DESK