Electronic Theses and Dissertation
Universitas Syiah Kuala
NULL
PENGARUH LATIHAN OTOT PERNAPASAN INSPIRASI DENGAN MENGGUNAKAN RESPIROMETER TERHADAP PERUBAHAN FUNGSI PARU DAN DERAJAT SESAK NAPAS PADA PASIEN PLEURITIS TUBERKULOSIS
Pengarang
IRMAINI - Personal Name;
Dosen Pembimbing
Nomor Pokok Mahasiswa
1607601040003
Fakultas & Prodi
Fakultas Kedokteran / Pulmonologi dan Kedokteran Respirasi / PDDIKTI : 11709
Subject
Kata Kunci
Penerbit
Banda Aceh : Universitas Syiah Kuala., 2021
Bahasa
Indonesia
No Classification
-
Literature Searching Service
Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)
Latar Belakang: Respirometer sering digunakan untuk memperbaiki fungsi paru, mencegah atelektasis dan mencegah komplikasi respirasi setelah pembedahan. Efektivitas respirometer dalam membantu pengembangan paru pada efusi pleura masih belum banyak diketahui. Hingga saat ini belum ada penelitian terkait yang dilakukan pada pasien efusi pleura khususnya pleuritis TB di Aceh. Metode: Disain penelitian ini yaitu experimental dengan pretest-post test controlled trial pada pasien pleuritis tuberkulosis yang dirawat di RSUD dr.Zainoel Abidin Banda Aceh periode Juli – Desember 2019. Sampel diambil secara sistematik random sampling sebanyak 40 sample, 20 orang menerima intervensi dan 20 orang sebagai kontrol. Semua sampel diperiksa spirometri dan dinilai derajat sesak napas menggunakan skala Borg setelah dilakukan torakosentesis dan diulangi 6 hari kemudian. Hanya kelompok intervensi yang menerima latihan respirometer selama 6 hari. Data diuji menggunakan uji T-berpasangan dan Mann Whitney test. Hasil: Mayoritas sampel adalah laki-laki (68%) dengan usia rata-rata 42 tahun. Sepertiga sampel masih merokok dengan rerata Indeks Brinkman 273 (sedang). Status gizi umumnya baik dengan rerata IMT 21. Nilai VEP1 dan KVP meningkat secara bermakna pada kedua kelompok setelah 6 hari. Akan tetapi apabila dibandingkan antara kelompok intervensi dan kontrol, hanya peningkatan nilai KVP yang bermakna secara statistik (p 0,019) sementara peningkatan nilai VEP1 pada kedua kelompok hampir sama (p 0,456). Setelah 6 hari, perbaikan sesak napas dijumpai pada kedua kelompok baik dengan atau tanpa latihan respirometer Kesimpulan: Latihan pernapasan otot inspirasi menggunakan respirometer dapat meningkatkan fungsi paru khususnya nilai KVP dan dapat menjadi terapi tambahan untuk membantu pengembangan paru pada pasien pleuritis tuberkulosis
Tidak Tersedia Deskripsi
PENGARUH LATIHAN PURSED LIPS BREATHING DAN LATIHAN PERNAPASAN DIAFRAGMA TERHADAP HASIL SPIROMETRI DAN SKALA MODIFIED MEDICAL RESEARCH COUNCIL PADA PASIEN PENYAKIT PARU OBSTRUKSI KRONIS STABIL (Ida Muna Junita, 2021)
HUBUNGAN DERAJAT SESAK NAPAS DENGAN DEPRESI DAN KUALITAS HIDUP SERTA DEPRESI DENGAN KUALITAS HIDUP PADA PASIEN PENYAKIT PARU OBSTRUKTIF KRONIK (PPOK) DI RSUDZA BANDA ACEH (Telavani Umri, 2018)
HUBUNGAN DERAJAT SESAK NAPAS PENYAKIT PARU OBSTRUKTIF KRONIK DENGAN SIMPTOM ANSIETAS (Maulianur Rizki, 2016)
KUALITAS HIDUP PASIEN PENYAKIT PARU OBSTRUKTIF KRONIK DI POLI PARU RSUDZA BANDA ACEH (Safiza Khausarika, 2016)
PENERAPAN METODE REGRESI COX PROPORTIONAL HAZARD PADA FAKTOR-FAKTOR YANG MEMENGARUHI LAJU KEMATIAN PASIEN COVID-19 DI RSUD DR. ZAINOEL ABIDIN (Tasya Aulia, 2021)