INTERPRETASI KONTUR LAPISAN TANAH BAWAH PERMUKAAN DENGAN METODE 3D SURFACE MAP UNTUK KAJIAN LIKUIFAKSI MENGGUNAKAN DATA CPT | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    NULL

INTERPRETASI KONTUR LAPISAN TANAH BAWAH PERMUKAAN DENGAN METODE 3D SURFACE MAP UNTUK KAJIAN LIKUIFAKSI MENGGUNAKAN DATA CPT


Pengarang

Zeta Almira - Personal Name;

Dosen Pembimbing



Nomor Pokok Mahasiswa

1604101010003

Fakultas & Prodi

Fakultas Teknik / Teknik Sipil (S1) / PDDIKTI : 22201

Subject
-
Kata Kunci
-
Penerbit

Banda Aceh : Universitas Syiah Kuala., 2021

Bahasa

Indonesia

No Classification

-

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

Gempa bumi yang besar dapat menyebabkan terjadinya likuifaksi dalam lapisan tanah pasir. Fenomena likuifaksi akibat gempa bumi merupakan suatu peristiwa hilangnya kekuatan tanah (loose of strength) pada lapisan pasir jenuh (saturated sand) akibat kenaikan tekanan air pori karena menerima getaran gempa bumi. Penelitian ini bertujuan untuk memberikan informasi mengenai sebaran kontur lapisan tanah di bawah permukaan yang dimodelkan dalam bentuk sebaran 3D map (tiga dimensi). Untuk mengidentifikasi lapisan pasir yang rentan terhadap potensi likuifaksi digunakan metode surface mapping. Penelitian ini dilakukan pada zona transisi yang meliputi Kecamatan: Meuraxa, Banda Raya, Jaya Baru, Baiturrahman dan Lueng Bata. Pengolahan data dilakukan dengan aplikasi surfer berdasarkan pengambilan data koordinat google earth, Global Positioning System (GPS), dan Cone Penetration Test (CPT). Dari hasil pengolahan data dengan aplikasi surfer diperoleh sebaran kontur lapisan tanah yang dibagi menjadi beberapa lapisan yaitu lapisan permukaan (surface) dengan ketinggian 2 m sampai 6 m dari elevasi muka air laut ketika pengukuran. Kemudian lapisan tanah lunak (soft layers) dengan nilai qc = 0-10 kg/cm² mempunyai ketebalan berkisar 0,2 m sampai 4,6 m, lapisan tanah sedang (moderately layers) dengan nilai qc = 10-50 kg/cm² mempunyai ketebalan berkisar 1 m sampai 13,2 m, kontur lapisan tanah padat (compact layers) dengan nilai qc = 50-120 kg/cm² mempunyai ketebalan berkisar 2,2 m sampai 14,6 m, dan kontur lapisan tanah keras (hard layers) dengan nilai qc > 120 kg/cm² mempunyai ketebalan berkisar 2,2 m sampai 17,8 m. Hasil penelitian menunjukkan 4 dari 5 kecamatan pada zona transisi terdapat lapisan pasir yang berada di bawah muka air tanah yang berpotensi likuifaksi, yaitu Kecamatan Baiturrahman, Banda Raya, Meuraxa dan Jaya Baru. Daerah yang aman terhadap potensi likuifaksi yaitu Kecamatan Lueng Bata.

Tidak Tersedia Deskripsi

Citation



    SERVICES DESK