ANALISIS MOLEKULER PADA PASIEN KANKER PAYUDARA DALAM RESPON TERAPI DAN PROGNOSIS | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    NULL

ANALISIS MOLEKULER PADA PASIEN KANKER PAYUDARA DALAM RESPON TERAPI DAN PROGNOSIS


Pengarang

SALMAH - Personal Name;

Dosen Pembimbing



Nomor Pokok Mahasiswa

1707101010003

Fakultas & Prodi

Fakultas Kedokteran / Pendidikan Dokter (S1) / PDDIKTI : 11201

Subject
-
Kata Kunci
-
Penerbit

Banda Aceh : Universitas Syiah Kuala., 2021

Bahasa

Indonesia

No Classification

-

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

Latar Belakang: Kanker payudara merupakan kanker dengan insidensi tertinggi dan paling umum diderita wanita di seluruh dunia. Kanker payudara memiliki sifat biologis yang heterogen sehingga memperlihatkan gambaran klinis yang bervariasi. Variasi tampilan klinis diyakini dapat menentukan jenis atau metode pengobatan yang akan diberikan dan sekaligus memberikan efek terapi serta prediksi prognosis. Sehingga pemahaman secara holistik pada aspek molekuler diperlukan karena hal ini sejalan dengan paradigma pengobatan kanker payudara yaitu memiliki sifat individual yang spesifik.
Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui metode klasifikasi molekuler pada diagnosis kanker payudara, mengetahui prognosis pada pasien TNBC dan non-TNBC, mengetahui efektivitas terapi everolimus + exemestane pada kanker payudara HR+ stadium lanjut, mengetahui efektivitas terapi carboplatin + gemcitabine pada pasien dengan kanker payudara triple negative stadium lanjut, dan mengetahui efektivitas terapi T-DM1 pada kanker payudara HER2+ stadium lanjut.
Metode: Systematic Review dengan Meta Analysis dilakukan menggunakan mesin pencari Pubmed, Sciendirect, dan Google Scholar. Tujuh belas literatur yang masuk ke dalam kriteria akan dianalisis secara kuantitatif menggunakan software Comprehensive Meta Analysis version 3. Selain analisis kuantitatif, 4 literatur akan dilakukan analisis secara kualitatif.
Hasil: Berdasarkan analisis kualitatif metode yang digunakan untuk menentukan klasifikasi molekuler kanker payudara adalah pemeriksaan imunohistokimia dan atau fluorescence in situ hybridization (FISH). Pasien dengan sub-tipe triple negative secara signifikan meningkatkan kejadian pasien meninggal dalam waktu 5 tahun setelah didiagnosis dengan hasil pooled RR 2,63 (95% CI 1,93-3,58) serta kejadian pasien hidup dengan rekurensi, metastasis lokoregional, dan metastasis jauh dalam waktu 5 tahun setelah didiagnosis dengan hasil pooled RR 2,42 (95% CI 2,22-2,64). Terapi EVE+EXE dan terapi T-DM1 secara signifikan dapat meningkatkan progression free survival dengan pooled HR masing-masing sebesar 0,59 (95% CI 0,40-0,90) untuk terapi EVE+EXE dan 0,70 (95% CI 0,57-0,82) untuk terapi T-DM1. Adapun terapi GC tidak menunjukkan hubungan yang bermakna terhadap peningkatan progression free survival dengan pooled HR 0,83 (95% CI 0,56-1,22).
Kesimpulan: Kanker payudara TNBC memiliki luaran klinis yang lebih buruk dibandingkan dengan subtype lainnya. Pemberian terapi EVE+ EXE dan T-DM1 sesuai subtipe molekuler dan stadium kanker payudara mampu menurunkan progresivitas perkembangan penyakit. Sedangkan untuk terapi triple negative menggunakan GC tidak menunjukkan perbedaan bermakna sehingga perlu dilakukan analisis lebih lanjut mengenai terapi lain yang mampu meningkatkan progression free survival.

Kata Kunci: Meta Analysis, Kanker Payudara, Subtipe Molekuler, Prognosis, Terapi.

Tidak Tersedia Deskripsi

Citation



    SERVICES DESK