<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="86684">
 <titleInfo>
  <title>HUBUNGAN TATA GUNA LAHAN CAMPURAN TERHADAP TARIKAN DI KOTA BANDA ACEH</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Muhammad Farizi</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Universitas Syiah Kuala</publisher>
   <dateIssued>2021</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Null</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Abstrak&#13;
Banda Aceh sebagai ibu kota Provinsi Aceh mempunyai aktifitas yang sanggat tinggi sehingga mengakibatkan semakin tingginya arus urbanisasi ke kawasan tersebut. Hal ini menyebabkan kemacetan lalu lintas yang tidak dapat dihindari. Kemacetan terjadi tidak lepas dari adanya tarikan perjalanan. Untuk megaetahui penyebab permasalahan tersebut, perlu diketahui besaran pengaruh variabel-variabel terpilih yaitu kepadatan penduduk, jumlah fasos dan fasum, jarak antar kecamatan, kinerja jalan, nilai lahan, waktu perjalanan, dan biaya transportasi terhadap tarikan perjalanan di Kota Banda Aceh. Metodologi yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kuantitatif dimana peneliti mengambil data primer yang diambil dari hasil kuisioner google form secara purposive sampling, dan data sekunder yang diambil dari Badan Pusat Statistika dan Dinas Perhubungan Kota Banda Aceh. Dari penggolahan dan penyusunan data tersebut kemudian dilakukan analisis regresi berganda menggunakan aplikasi SPSS. Berdasarkan hasil uji regresi diperoleh model tarikan perjalanan Dd = -0,912 – 0,371X6 + 1,388X2  dimana variabel yang menyebabkan pengaruh adalah waktu perjalanan (X6) dan jumlah fasos dan fasum (X2). Tarikan sendiri pada dasarnya sudah mempunyai koefisien sebesar -0,912 yang mengartikan tanpa adanya variabel apapun tarikan akan terjadi sebsar -0,912 tarikan, namun apabila adanya waktu perjalanan serta jumlah fasos dan fasum sebesar 10 satuan  maka tarikan akan  menjadi 9,628 tarikan. Hasil model tarikan menunjukan adanya hubungan langsung antara tata guna lahan dan tarikan di Kota Banda Aceh hal ini dikarenakan variabel jumlah fasos dan fasum yang merupakan variabel tata guna lahan campuran terpilih di dalam model.&#13;
Kata kunci : Tarikan perjalanan, Tata Guna Lahan, Regresi, Variabel, Hubungan&#13;
</note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>86684</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2021-01-05 11:34:17</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2021-01-05 11:59:46</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>