<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="86576">
 <titleInfo>
  <title>PENGARUH PEMBERIAN ERDOSTEIN TERHADAP TRANSPOR MUKOSILIAR TELINGA TENGAH PADA PASIEN OMSK TIPE AMAN FASE AKTIF</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>damayanti</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Universitas Syiah Kuala</publisher>
   <dateIssued>2021</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Null</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>ABSTRAK&#13;
 Latar Belakang: Gangguan transpor mukosiliar telinga tengah dapat menjadi faktor predisposisi penyebab lambatnya penyembuhan OMSK. Produksi mukus yang banyak pada telinga tengah selama proses infeksi mengakibatkan mukus menjadi kental sehingga gerakan silia pada epitel telinga tengah dan tuba Eustachius terganggu. Erdostein saat ini sudah digunakan secara luas pada kasus infeksi saluran napas akut maupun kronik dengan salah satu efek Erdostein yaitu meningkatkan transpor mukosiliar epitel.Tujuan:  Mengetahui waktu transpor mukosiliar penderita OMSK tipe aman fase aktif yang diberi terapi tambahan Erdostein dan tanpa Erdostein Metode: Penelitian eksperimental sebanyak 16 sampel penelitian dengan metode desain pretest-posttest control group dengan pengambilan sampel secara random.Sampel dibagi kedalam 2 kelompok yaitu: (1) kelompok yang mendapat tambahan terapi Erdostein (2) kelompok yang tidak mendapatkan tambahan Erdostein. Uji statistik dengan paired t-test dan independent t-test. Hasil: Pada kelompok perlakuan, rerata transpor mukosiliar posttest mengalami percepatan dari 24:36:22 menjadi 16:28:32 menit, pada kelompok kontrol juga mengalami percepatan 22:12:39 menjadi 19:18:19 menit. Hasil paired t-test  mendapatkan perbedaan transpor mukosiliar antara pre dan posttest pada kelompok perlakuan secara signifikan p=0,006, dan pada kelompok kontrol, juga terdapat perbedaan antara pre dan posttest yaitu p=0,029. Hasil uji independent t-test didapatkan tidak ada perbedaan kecepatan transpor mukosiliar antara kelompok kontrol dan perlakuan (p=0,682) Kesimpulan: Terdapat perbedaan pemberian Erdostein dan tanpa Erdostein terhadap rerata waktu transpor mukosiliar pada saat pretest dan posttest tetapi tidak ada perbedaan bermakna waktu transpor mukosiliar antara kelompok perlakuan dan kontrol.&#13;
Kata Kunci: transpor mukosiliar, erdostein, OMSK&#13;
&#13;
</note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>86576</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2021-01-04 11:50:53</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2021-01-04 11:57:06</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>