Electronic Theses and Dissertation
Universitas Syiah Kuala
NULL
STUDI ETNO-ORNITOLOGI DAN IDENTIFIKASI KEARIFAN LOKAL MASYARAKAT DALAM KONSERVASI BURUNG DAN HABITATNYA DI KECAMATAN PEUDADA KABUPATEN BIREUEN.
Pengarang
NURUL SYAFINA - Personal Name;
Dosen Pembimbing
Nomor Pokok Mahasiswa
1606103010051
Fakultas & Prodi
Fakultas KIP / Pendidikan Biologi (S1) / PDDIKTI : 84205
Subject
Kata Kunci
Penerbit
Banda Aceh : Universitas Syiah Kuala., 2021
Bahasa
Indonesia
No Classification
-
Literature Searching Service
Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)
Syafina, Nurul. 2020. Studi Etno-ornitologi dan Identifikasi Kearifan Lokal Masyarakat
dalam Konservasi Burung dan Habitatnya di Kecamatan Peudada Kabupaten
Bireuen. Skripsi. Jurusan Pendidikan Biologi, Fakultas Keguruan dan Ilmu
Pendidikan, Universitas Syiah Kuala. Pembimbing:
(1). Dr. Abdullah, S.Pd., M.Si., (2). Mimie Saputri, S.Pd., M.EEL.
Kata Kunci: Etno-ornitologi, Burung, Peudada.
Etno-ornitologi adalah studi tentang berbagai pemanfaatan aspek burung dari sudut
pandang pengetahuan dan budaya masyarakat. Penelitian ini telah dilaksanakan sejak
Maret 2020 sampai Agustus 2020. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui berbagai
pemanfaatan jenis burung, bagian organ dan hal yang berkaitan dengan burung
dimanfaatkan, dan kearifan lokal masyarakat dalam konservasi burung dan habitatnya di
Kecamatan Peudada, Kabupaten Bireuen. Metode yang digunakan adalah metode
wawancara semistruktural, dengan 2 teknik triangulasi yaitu triangulasi metode dan
triangulasi sumber data. Penelitian ini dilakukan di Kecamatan Peudada. Populasi dan
sampel penelitian ditentukan dengan teknik purposive sampling dengan sampel 15 desa
yang terdiri dari 75 responden. Data dianalisis secara kualitatif dan deskriptif
berdasarkan studi pustaka. Hasil penelitian diperoleh 34 spesies burung dengan 18
pemanfaatan. Bagian yang dimanfaatkan dari burung diantaranya individu burung,
daging, paha, hati, telur, minyak, tulang, suara, kehadiran, sarang, dan lukisan. Kearifan
lokal masyarakat Kecamatan Peudada tertinggi terdapat di daerah dataran sebesar 51%
dan terendah terdapat di daerah penggunungan yaitu 18%. Sedangkan jenis burung yang
paling banyak dimanfaatkan masyarakat dan memiliki nilai kearifan lokal tertinggi
dalam konservasi adalah ayam kampung (Gallus sp.), itik serati (Chairina moschata),
bubut hutan (Centropus rectunguis), jalak kerbau (Acridotheres javanicus), elang
(Aquila sp.), dan manyar (Ploceus manyar).
Tidak Tersedia Deskripsi
KEANEKARAGAMAN BURUNG DI KECAMATAN JULI KABUPATEN BIREUEN (Dian Kesuma, 2022)
HUBUNGAN TINGKAT PENGETAHUAN KEPALA KELUARGA TERHADAP KESIAPSIAGAAN BANJIR DI KECAMATAN PEUDADA KABUPATEN BIREUEN (YUDHI AULIA ZULFATAN, 2017)
PERSEPSI MASYARAKAT TERHADAP KONSERVASI PANTAI BERBASIS KEARIFAN LOKAL DI KOTA LHOKSEUMAWE, PROVINSI ACEH (Dienda Muna Syahputri, 2024)
IDENTIFIKASI JENIS, STATUS KONSERVASI DAN NILAI EKONOMIS IKAN YANG DIDARATKAN DI PANGKALAN PENDARATAN IKAN (PPI) PEUDADA, BIREUEN (MYSKA OKTAVIA, 2024)
STUDI POTENSI PANTAI JANGKA ALUE UE KECAMATAN JANGKA KABUPATEN BIREUEN SEBAGAI KAWASAN KONSERVASI BURUNG BERBASIS EKOWISATA DAN KEARIFAN LOKAL (LENA FITRIANA, 2018)