ANALISIS KELAYAKAN USAHA PENGOLAHAN SALMAN ROTAN DI DESA PANGO KECAMATAN ULEE KARENG BANDA ACEH | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    NULL

ANALISIS KELAYAKAN USAHA PENGOLAHAN SALMAN ROTAN DI DESA PANGO KECAMATAN ULEE KARENG BANDA ACEH


Pengarang

Iwandi - Personal Name;

Dosen Pembimbing



Nomor Pokok Mahasiswa

0505102010029

Fakultas & Prodi

Fakultas Pertanian / Agribisnis (S1) / PDDIKTI : 54201

Subject
-
Kata Kunci
-
Penerbit

Banda Aceh : Universitas Syiah Kuala., 2020

Bahasa

Indonesia

No Classification

-

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

Iwandi, "Analisis Kelayakan Usaha Pengolahan Salman Rotan di Desa Pango Kecamatan Ulee Kareng Banda Aceh". Dibawah bimbingan Bapak lr. M. Nasir Abdussamad, M.Si sebagai pembimbing pertama dan Ir. T. Bachtiar Usman sebagai pembimbing kedua.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kelayakan usaha pengolahan Salman Rotan di Desa Pango Kecamatan Ulee Kareng Banda Aceh ditinjau dari aspek keuangan. Metode penelitian yang dilakukan adalah studi kasus khusus. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara dengan pemilik/pengelola usaha dan dokumentasi terhadap aliran kas usaha tersebut. Selanjutnya data dianalisis dengan menggunakan kriteria kelayakan investasi, meliputi net present value (NPV), net benefit cost ratio (net B/C Ratio), internal rate of return (IRR) dan break event point (BEP).
Hasil penelitian dan pengolahan data menunjukkan net present value (NPV) sebesar 351,490,563.66 > 0, Net B/C sebesar 1,971 > 1, IRR sebesar 37,82% lebih besar dari SOCC sebesar 15%, dan BEP pada tahun 3 bulan 29 bari. Selanjutnya hasil analisis sensitivitas dengan asumsi biaya operasional naik 5%, benefit tetap diperoleh nilai Net Present Value (NPV) sebesar 181,799,579.68, Net Benefit Cost Ratio (Net B/C) sebesar 1,5021, IRR sebesar 27,46% lebih besar dari SOCC sebesar 15% dan Break Even Point (BEP) setelah 4 tahun, 3 bulan, 29 hari. Hal ini berarti sekalipun terjadi kenaikan total cost sebesar 5%, usaha pengolahan Salman Rotan masih tetap layak diusahakan. Hasil analisis sensetivitas dengan asumsi benefit turun 5%, biaya operasional tetap menghasilkan Net Present Value (NPV)sebesar 146.122.551,49, Net Benefit Cost Ratio (Net B/C) sebesar 1,403, IRR sebesar 29,46% lebih besar dari SOCC sebesar 15%, dan Break Even Point (BEP) setelah 5 tahun 3 bulan 15 hari dapat disimpulkan bahwa.sekalipun terjadi penurunan benefit sebesar 5%, maka usaha pengolahan Salman rotan masih layak untuk diusahakan. Selanjutnya dengan asumsi biaya naik 5% dan benefit turun 5%, maka usaha pengolahan Salman Rotan tidak layak dikembangkan. Hal ini disebabkan dengan asumsi tersebut NPV yang diperoleh sebesar -23,568,432.49 < 0,00 dan Net BC sebesar 0,934 < 1 .
Dengan demikian jelaslah bahwa usaha pengolahan Salman Rotan di Desa Pango Ulee Kareeng layak diusahakan, kecuali apabila biaya naik 5% dan benefit turun 5% suatu kondisi yang sangat tidak mungkin terjadi dalam perjalanan setiap usaha kecuali perekonomian secara umum berada dalam kondisi stagnasi.




Tidak Tersedia Deskripsi

Citation



    SERVICES DESK