Electronic Theses and Dissertation
Universitas Syiah Kuala
SKRIPSI
STUDI MODEL FISIK PEMECAH GELOMBANG TENGGELAM TIPE LURUS BERPORI TERHADAP PERUBAHAN PROFIL PANTAI
Pengarang
AYU FITRI SARINDAH - Personal Name;
Dosen Pembimbing
Nomor Pokok Mahasiswa
0804101010183
Fakultas & Prodi
Fakultas Teknik / Teknik Sipil (S1) / PDDIKTI : 22201
Subject
Kata Kunci
Penerbit
Banda Aceh : Fakultas Teknik., 2014
Bahasa
Indonesia
No Classification
627.24
Literature Searching Service
Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)
Pemecah gelombang tenggelam merupakan salah satu bangunan yang berfungsi untuk melindungi pantai terhadap erosi dengan menghancurkan energi gelombang sebelum sampai ke pantai. Penelitian ini bertujuan untuk melihat pengaruh adanya breakwater tenggelam tipe lurus berpori dengan variasi lebar breakwater terhadap perubahan profil pantai. Model breakwater yang digunakan merupakan breakwater dengan porositas 0,47. Rancangan penelitian yang dilakukan terdiri dari tiga variasi lebar yaitu masing-masing 10 cm, 20 cm dan 30 cm. Model pantai dibuat menggunakan pasir laut dengan kemiringan pantai 1 : 20. Penelitian ini menggunakan model tak distorsi dengan skala 1 : 20. Penelitian ini menggunakan satu set kolam pembangkit gelombang yang terdiri dari kolam gelombang (wave basin) dan mesin pembangkit gelombang reguler (Regular wave generator). Model gelombang yang digunakan merupakan gelombang reguler dengan tiga variasi tinggi gelombang dengan kategori masing-masing gelombang terkecil, sedang dan terbesar dengan tinggi 6,5 cm, 7,5 cm dan 10 cm dengan periode gelombang masing-masing 1,475 detik, 1,415 detik dan 1,268 detik. Waktu yang dibutuhkan setiap run untuk pembangkitan gelombang adalah + 30 menit. Hasil penelitian menunjukkan volume pergerakan sedimen pada penggunaan breakwater tenggelam tipe lurus berpori dengan variasi lebar yang berbeda memberikan pengaruh terhadap perubahan profil pantai terlihat dari besarnya volume pergerakan sedimen total yang terjadi pada masing-masing breakwater. Pada kondisi tinggi gelombang yang terkecil terjadi erosi yang lebih besar pada ketebalan breakwater yang paling kecil, sebaliknya pada kondisi tinggi gelombang sedang terjadi sedimentasi yang lebih besar. Sedimentasi yang lebih besar terjadi pada kondisi tinggi gelombang terbesar. Berdasarkan hasil ketiga kondisi tersebut dapat disimpulkan bahwa pada kondisi tinggi gelombang terbesar terjadi volume pergerakan sedimen terbesar. Perubahan profil pantai yang terjadi menunjukkan semakin besar gelombang yang dibangkitkan dengan ketebalan breakwater yang kecil terjadi sedimentasi yang lebih besar. Perhitungan pergerakan volume sedimen dari hasil run seluruhnya menghasilkan penambahan volume sebesar 20,56% sampai 182,3% berdasarkan perbandingan antara model pantai tanpa breakwater dan breakwater yang berpori. Dibandingkan antara tipe breakwater yang solid terhadap tanpa breakwater terjadi penambahan volume sebesar 86,22 %. Hal ini menunjukkan dengan adanya pemasangan breakwater volume erosi berkurang dan menghasilkan pergerakan sedimen yang besar.
Kata kunci: Perubahan profil pantai, pemecah gelombang berpori, pemecah gelombang tenggelam.
Tidak Tersedia Deskripsi
STUDI MODEL FISIK PEMECAH GELOMBANG TIPE ZIGZAG BERPORI BAWAH AIR TERHADAP PERUBAHAN PROFIL PANTAI (Rias Septiawan, 2014)
STUDI MODEL FISIK GROIN BERPORI TIPE GERIGI YANG DISUSUN SERI (EKA HENDRA IRAWAN, 2015)
STUDI MODEL FISIK GROIN BERPORI TIPE ZIG-ZAG YANG DISUSUN SERI DENGAN VARIASI SUDUT TERHADAP PERUBAHAN PROFIL PANTAI (POSISI UJUNG GROIN PADA BREAKER ZONE) (TURSINA, 2024)
STUDI MODEL FISIK PEMECAH GELOMBANG TIDAK TENGGELAM TIPE LURUS BERPORI TERHADAP POLA DIFRAKSI GELOMBANG (Qurratul Aini BN, 2015)
STUDI MODEL NUMERIK PEMECAH GELOMBANG TIDAK TENGGELAM TIPE LURUS BERPORI TERHADAP POLA DIFRAKSI (Muhammad Khaliq, 2025)