<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="86373">
 <titleInfo>
  <title>TINDAK PIDANA PENGANGKUTAN HASIL HUTAN TANPA SURAT KETERANGAN SAH HASIL HUTAN (SKSHH) (SUATU PENELITIAN DI WILAYAH HUKUM PENGADILAN NEGERI SIGLI)</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>REZA PHONNA</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Universitas Syiah Kuala</publisher>
   <dateIssued>2020</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Null</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>REZA PHONNA&#13;
                 (2020)&#13;
 &#13;
&#13;
 &#13;
 &#13;
ABSTRAK &#13;
TINDAK PIDANA PENGANGKUTAN HASIL&#13;
HUTAN TANPA SURAT KETERANGAN SAH&#13;
HASIL HUTAN (SKSHH) &#13;
(Suatu Penelitian Di Wilayah Hukum&#13;
Pengadilan Negeri Sigli)  &#13;
Fakultas Hukum Universitas Syiah Kuala&#13;
(vi, 52) pp.,bibl.,tabl &#13;
(Nurhafifah, S.H., M.Hum.)&#13;
Pasal 16 Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 18 Tahun 2013 &#13;
Tentang Kehutanan berbunyi bahwa yang melakukan pengangkutan kayu hasil&#13;
hutan wajib memiliki dokumen yang merupakan surat keterangan sahnya hasil&#13;
hutan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan. Pasal 88 ayat (1)&#13;
berbunyi dipidana dengan pidana penjara paling singkat 1 tahun dan paling lama 5&#13;
tahun serta pidana denda paling sedikit Rp500.000.000,00 (lima ratus juta rupiah)&#13;
dan paling banyak Rp2.500.000.000,00 (dua miliar lima ratus juta rupiah). &#13;
Tujuan penulisan skripsi ini adalah Untuk menjelaskan faktor penyebab&#13;
tindak pidana pengangkutan hasil hutan tanpa SKSHH, modus operandi pelaku&#13;
tindak pidana pengangkutan hasil hutan tanpa SKSHH dan hambatan dan upaya&#13;
penanggulangan tindak pidana pengangkutan kayu tanpa SKSHH. &#13;
Data dalam penelitian skripsi ini diperoleh dari penelitian kepustakaan&#13;
dan penelitian lapangan. Penelitian kepustakaan dilakukan dengan cara membaca&#13;
buku-buku, teks dan perundang-undangan, sedangkan penelitian lapangan&#13;
dilakukan dengan cara mewawancarai informan dan responden. &#13;
Faktor mencari keuntungan, Faktor ekonomi rendah, Faktor kurangnya&#13;
pengawasan (faktor peluang) dari para pihak aparat penegak hukum dan faktor&#13;
lokasi. Modus operandi yang dilakukan oleh pelaku tindak pidana pengangkutan&#13;
hasil hutan tanpa SKSHH pada Putusan Nomor 58/Pid.B/LH/2020/PN-Sgi dan&#13;
16/Pid.B/LH/2020/PN-Sgi adalah dengan menggunakan angkutan darat (Dum&#13;
Truck) sebagai sarana utama pengangkutan dan pelaku utama selalu&#13;
menggunakan pelaku lain atau pihak suruhan yang diberikan upah untuk&#13;
menjalankan aksi tindak pidana pengangkutan tersebut serta hambatan pihak&#13;
aparat penegak hukum dalam menjalankan penegakan hukum terhadap tindak&#13;
pidana pengangkutan kayu tanpa SKSHH adalah kurangnya kerja sama antar&#13;
aparat penegak hukum dikarenakan  Kabupaten Pidie merupakan wilayah dengan&#13;
kawasan hutan yang luas sehingga membutuhkan sarana khusus untuk&#13;
menjangkau aksi tindak pidana tersebut serta upaya penanggulangan yang&#13;
dilakukan pihak aparat penegak hukum adalah memberikan sanksi kepada pelaku&#13;
dan bimbingan kepada masyarakat mengenai sanksi tidak pidana terhadap hasil&#13;
hutan dan kerugian negara akibat dari perbuatan pengangkutan hasil hutan. &#13;
Saran kepada pihak aparat penegak hukum untuk melakukan sosialisasi&#13;
kepada masyarakat tentang pentingnya pemeliharaan hutan dengan bekerja sama&#13;
pada pihak BKSDA dan instansi terkait lainnya guna mencegah terjadinya tindak&#13;
pidana pengangkutan hasil hutan. &#13;
i</note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>86373</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2020-12-29 14:16:34</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2020-12-30 10:56:32</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>