KAJIAN GAYA HIDRODINAMIKA DI SEKITAR PANTAI TEUPIN LAYEU KOTA SABANG | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    SKRIPSI

KAJIAN GAYA HIDRODINAMIKA DI SEKITAR PANTAI TEUPIN LAYEU KOTA SABANG


Pengarang

Musa Al ala - Personal Name;

Dosen Pembimbing



Nomor Pokok Mahasiswa

0804101010009

Fakultas & Prodi

Fakultas Teknik / Teknik Sipil (S1) / PDDIKTI : 22201

Subject
Penerbit

Banda Aceh : Fakultas Teknik., 2014

Bahasa

Indonesia

No Classification

532.5

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

Penelitian hidrodinamika ini dilaksanakan di perairan sekitar Pantai Teupin Layeu Kota Sabang. Lokasi ini akan dimanfaatkan sebagai jalur distribusi listrik PT PLN. Titik pengamatan berlokasi pada koordinat 5°52'19.83" LU dan 95°15'32.40" BT. Daerah perairan selat diantara Pulau Weh dan Pulau Rubiah memberikan kondisi arus pasang surut yang cukup besar karena dibantu oleh angin dominan yang bertiup dari timur. Kondisi dasar perairannya yang ditumbuhi terumbu karang (coral and reef) menghasilkan reduksi gerusan yang terjadi akibat tegangan geser arus, tetapi tegangan geser gelombang masih bekerja signifikan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kondisi hidrodinamika yang bekerja. Penelitian ini menggunakan 3 alat pengukuran otomatis yaitu Infinity WH Water Level Recorder untuk mengukur elevasi muka air (meter) ,Infinity AEM Current Meter untuk mengukur arah (0) dan kecepatan arus (cm/s) dan Infinity CLW Turbidity Meter. Dari hasil pengukuran yang telah dirata-ratakan diperoleh MSL (mean sea level) =2,227 m, HHWL (highest high water level) =3,132 m, dan LLWL (lowest low water level) =1,327 m. Selain itu diperoleh arus pasang surut maksimum bernilai 39,350 cm/detik dan gelombang tertinggi 0,72 m dengan periode 10,55 s. Data Pasang surut, arus magnitudo dan arah serta konsentrasi sedimen melayang dianalisa menggunakan Discrete Fourier Transform (DFT) yang selanjutnya difilter dengan Low Pass Filter (LPF) melalui IDFT. Arus pasang surut mengalami keterlambatan fase selama 3-4 jam dari pola fluktuasi pasang surut. Perhitungan tegangan geser akibat arus, gelombang dan kombinasi dihitung dengan 4 Metode (Myrhaug, Nielsen, Swart dan Souslby). Dari kondisi tegangan geser yang terjadi, terumbu karang memberikan pengaruh relatif signifikan untuk perlindungan dasar perairan terhadap gerusan akibat arus pasang surut. Tegangan geser yang terjadi akibat arus pasang surut senilai 0,149 N/m2 yang terjadi tidak mampu menggerakkan butiran sedimen dengan tegangan geser kritis minimum senilai 0,192 N/m2. Maka dari itu habitat terumbu karang perlu dijaga agar dapat melindungi morfologi Pantai Teupin Layeu, Kota Sabang.

Kata kunci : Hidrodinamika, tegangan geser dasar, Teupin Layeu, DFT, dan morfologi dasar.

Tidak Tersedia Deskripsi

Citation



    SERVICES DESK