<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="86296">
 <titleInfo>
  <title>KONDISI SOSIAL EKONOMI PETANI PASCA TSUNAMI DI KEMUKIMAN LHOKNGA KECAMATAN LHOKNGA KABUPATEN ACEH BESAR</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Uswatun Khairah</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Universitas Syiah Kuala</publisher>
   <dateIssued>2020</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Null</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Uswatun Khairah  Awaluddin, &quot;Kondisi  Sosial   Ekonomi   Petani  Pasca Tsunami   Di   Kemukiman   Lhoknga   Kecamatan   Lhoknga   Kabupaten   Aceh Besar&quot;  dengan pembimbing utama Dr. Ir. Fajri Jakfar,  M.Sc dan pembimbing kedua Ir. Irwan A. Kadir, M.P.&#13;
Permasalahan dalam penelitian  ini  adalah bagaimana kondisi  sosial ekonomi petani  pasca tsunami di  Kemukiman Lhoknga Kecamtaan Lhoknga  Kabupaten Aceh Besar.&#13;
Penelitian ini dilakukan  di Kemukiman Lhoknga meliputi  Desa Mon Ikeun, Desa Weu Raya, Desa Lamkreut dan Desa Lampaya.  Objek penelitian  ini adalah seluruh   petani  yang  menetap  di  Kemukuan   Lhoknga   pasca  tsunami dengan menggunakan metode studi  kasus.  Besarnya sampel  yang di  ambil  secara acak sederhana (simple random sampling)  sebanyak 5  % dari jumlah populasi berjumlah 33 KK petani.&#13;
Berdasarkan hasil  penelitian, akumulasi  pendapatan yang diperoleh  petani terhitung  maret 2005  hingga April 2006  merosot  tajam  sebesar  56,63   %  jika dibandingkan dengan jumlah pendapatan petani pra tsunami tahun 2004. Pendapatan petani  dari  usahatani di  beberapa  desa  hingga saat  ini   masih nihil.  Petani  di Kemukiman  Lhoknga umumnya memiliki  tingkat  pendidikan  dan keterampilan yang rendah  sehingga  aspirasi dan  daya  krearif  mereka  rendah  yang  mempersempit lapangan pekerjaan diluar sektor pertanian.&#13;
Berbagai peluang  kerja  dimanfaatkan  oleh  petani  namun  tetap saja  tidak mampu mengatasi  besarnya pengeluaran.  Keluarga petani di Kemukiman  Lhoknga pasca tsunami  umumnya memiliki jumlah  tanggungan lebih dari tiga orang, angka ini termasuk  dalam  beban ekonomi  yang cukup  berat  mengingat minimnya pendapatan petani.  Bencana ini juga  berdampak  terhadap  interaksi sosial  antar petani  akibat terhimpitnya kebutuhan ekonomi yang menyebabkan petani mulai saling curiga dan lebih   mementingkan  diri  sendiri.   Hal  ini  dikarenakan  mereka  terjebak  dalam rentannya kondisi ekonomi yang memaksa bahwa kebutuhan hidup harus terpenuhi. Kondisi tempat tinggal  petani umumnya semi permanen, beberapa masih menunggu di  daerah pengungsian hinga pembangunan rumah selesai atau memperoleh jatah rumah yang akan dibangun.&#13;
Upaya pemberdayaan baik dari  pemenintah maupun  lembaga non pemerintah dalam  rangka  pemulihan  sosial   ekonomi petani  di  Kemukiman  Lhoknga  pasca tsunami, meliputi rehabilitasi  lahan, bantuan modal usahatani. sarana produksi  dan peralatan  usahatani  dan  pembentukan  kelompok  informal.  Lembaga donor harus mempelajari  karakteristik sasaran program dan  sosialisasi terhadap  bantuan yang akan  disalurkan agar tidak terjadi kesalahpahaman sehingga bantuan dapat berdaya guna secara tepat.  Upaya pemberdayaan didasarkan pada urgensi  kebutuhan warga komunitas, setelah program tersebut dicanangkan pengawasan merupakan salah satu aspek utama penentu keberhasilan pelaksanaan program.&#13;
Diharapkan kepada petani di Kemukiman Lhoknga dapat meningkatkan keterampilan sehingga mampu  secara mandiri   dan tidak tergantung  pada berbagai bantuan yang ada.  Di samping itu petani individu atau kelompok penerima manfaat bukan saja sebagai pengelola modal usaha namun juga bertindak sebagai  pengawas bagi kelompok lainnya.&#13;
</note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>86296</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2020-12-28 11:36:13</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2020-12-28 11:36:47</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>