ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PERMINTAAN MINYAK GORENG MALINDA DI KOTA BANDA ACEH | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    NULL

ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PERMINTAAN MINYAK GORENG MALINDA DI KOTA BANDA ACEH


Pengarang

Randy - Personal Name;

Dosen Pembimbing



Nomor Pokok Mahasiswa

0605102010121

Fakultas & Prodi

Fakultas Pertanian / Agribisnis (S1) / PDDIKTI : 54201

Subject
-
Kata Kunci
-
Penerbit

Banda Aceh : Universitas Syiah Kuala., 2020

Bahasa

Indonesia

No Classification

-

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

Tujuan penelitian ini yaitu untuk menganalisis pengaruh harga minyak goreng malinda, harga minyak kelapa, harga ikan, pendapatan dan jumlah penduduk terhadap permintaan minyak goreng malinda di Kota Banda Aceh. Untuk menganalisis pengaruh harga minyak goreng, harga barang pengganti, pendapatan dan penduduk terhadap permintaan minyak. goreng di Kota Banda Aceh digunakan data seri waktu (time series) mulai dari tahun 1992 sampai dengan tahun 2011, (15 tahun).
Dari hasil penelitian diperoleh Berdasarkan hasil analisis menunjukkan bahwa baik secara simultan maupun secara parsial harga minyak malinda, harga minyak kelapa, harga ikan segar, jumlah penduduk dan pendapatan perkapita penduduk berpengaruh secara signifikan terhadap permintaan minyak goreng malinda di Kota Banda Aceh. Berdasarkan hasil analisis menyatakan bahwa variabel harga minyak malinda dan harga ikan segar berpengaruh negatif terhadap permintaan minyak goreng malinda. Harga minyak kelapa, pendapatan perkapita penduduk, dan jumlah penduduk berpengaruh positif terhadap permintaan minyak goreng malinda di Kota Banda Aceh.Koefisien determinan (R2) yaitu sebesar 0,729 yang artinya harga minyak malinda, harga minyak kelapa, harga ikan segar, jumlah penduduk dan pendapatan perkapita penduduk berpengaruh nyata terhadap permintaan minyak goreng malinda sebesar 72,9 persen dan sisanya sebesar 27,1 persen dipengaruhi oleh variabel lainnya diluar model penelitian ini.
Pemerintah daerah harus mengupayakan peningkatan produksi minyak goreng malinda, hal ini dilakukan untuk menjaga kestabilan harga minyak goreng malinda tersebut di Kota Banda Aceh. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendapatan menjadi faktor dominan yang mempengaruhi permintaan minyak goreng malinda, oleh karenanya peningkatan persediaan minyak goreng malinda arus dilihat keterkaitanya dengan PDRB Kota Banda Aceh yang semakin meningkat.












Tidak Tersedia Deskripsi

Citation



    SERVICES DESK