Electronic Theses and Dissertation
Universitas Syiah Kuala
NULL
ANALISIS PENDAPATAN NELAYAN DI DESA PUSONG LAMA KECAMATAN BANDA SAKTI KOTA LHOKSEUMAWE (KAJIAN PERBANDINGAN ANTARA NELAYAN TETAP DAN NELAYAN SAMBILAN PASCA TSUNAMI)
Pengarang
Tutia Rahmi - Personal Name;
Dosen Pembimbing
Nomor Pokok Mahasiswa
0151210104
Fakultas & Prodi
Fakultas / / PDDIKTI :
Subject
Kata Kunci
Penerbit
Banda Aceh : Universitas Syiah Kuala., 2020
Bahasa
Indonesia
No Classification
-
Literature Searching Service
Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)
Tutia Rahmi "Analisis Pendapatan Nelayan di Desa Pusong Lama Kecamatan Banda Sakti Kota Lhokseumawe (Kajian Perbandingan Antara Nelayan Tetap dan Nelayan Sambilan Pasca Tsunami)" dengan bimbingan Bapak Ir. Azhar A Gani, M.Sc sebagai pembimbing utama dan Bapak Ir Kadir Zailani sebagai pembimbing kedua.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan pendapatan antara nelayan tetap dan nelayan sambilan.
Penelitian ini menggunakan data yang diperoleh langsung dani lapangan (data primer) dan data yang berasal dari instansi-instansi terkait yang berhubungan dengan penelitian (data sekunder). Data primer diperoleh dengan mewawancarai langsung nelayan tetap dan nelayan sambilan Teknik pengambilan sampel dengan menggunakan metode stratified random sampling dengan jumlah nelayan tetap 20 orang dan nelayan sambilan 10 orang. Nelayan tersebut berada di Desa Pusong Lama.
Data yang dikumpulkan di lapangan, diolah dan ditabulasikan kemudian dipindahkan ke dalam bentuk tabelaris sesuai dengan kebutuhan analisis. Untuk menguji hipotesis digunakan uji t.Hasil penelitian memperlihatkan terdapat perbedaan pendapatan antara nelayan tetap dan nelayan sambilan dengan rata-rata sebesar Rp. 227 195,5. Nelayan tetap biaya produksi rata-rata di daerah penelirian sebesar Rp.1.954.177,5 dengan jumlah hasil tangkapan rata-rata sebanyak 387.5 kg, nilai produksi Rp. 3.100.000 rata-rata komisi yang dikeluarkan Rp. 229.164,5 dan rata-rata volume melaut sebanyak 17 hari per bulan, sehingga diperolah rata-rata pendapatan sebesar Rp. 908.448. Adapun nelayan sambilan biaya produksi rata- rata Rp. 951.055 dengan jumlah hasil tangkapan rata-rata sebanyak 213,5 kg, nilai produksi Rp. 1.708.000, rata-rata komisi yang dikeluarkan Rp. 75.694.5 dan rata-rata volume melaut sebanyak 10,4 ban per bulan sehingga diperoleh pendapatan sebesar Rp. 681.250. Hasil analiss menggunakan uji-t diperoleh tcari = 3.41 > ttabel = 2,05 dengan probabilitas 0,02 pada tarif kepercayaan 95% (sig 0.02 < ? = 0.05) Dengan demikian hasil analisis menunjukkan terima Ha, dan tolak H0. Hal ini dapat disimpulkan bahwa pendapatan nelayan tetap lebih besar jika dibandingkan dengan nelayan sambilan.
Untuk meningkatkan produktifitas nelayan, diperlukan adanya suatu lembaga yang dapat ikut serta dalam peningkatan kualitas sumber daya manusia dengan berbagai macam program diantaranya, memberikan penyuluhan- penyuluhan, pelatihan peningkatan ketrampilan menangkap ikan, kemampuan berwirausaha yang baik dan benar sehingga diharapkan dapat meningkatkan pengetahuan dan ketrampilan masyarakat nelayan sehingga mereka dapat memperbaiki kondisi perekonomian yang akhirya dapat meningkatkat taraf kesejahteraan kehidupan mereka menjadi lebih baik
Tidak Tersedia Deskripsi
IDENTIFIKASI PENGELUARAN KELUARGA MISKIN NELAYAN DI DESA PUSONG BARU KECAMATAN BANDA SAKTI KOTA LHOKSEUMAWE (Mirza, 2021)
ANALISIS FAKTOR - FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KONSUMSI RUMAH TANGGA NELAYAN DI KECAMATAN BANDA SAKTI KOTA LHOKSEUMAWE (Indra Aris Munandar, 2014)
STUDI KOMPERATIF PENDAPATAN NELAYAN TRADISIONAL PRA DAN PASCA TSUNAMI DI KECAMATAN SINGKIL KABUPATEN ACEH SINGKIL (EDIZAL, 2020)
ANALISIS PENDAPATAN NELAYAN PASCA TSUNAMI DI DESA LAMPULO KECAMATAN KUTA ALAM BANDA ACEH (Cut Ida Fitri, 2020)
ANALISIS PERBANDINGAN PENDAPATAN NELAYAN YANG MENGGUNAKAN KAPAL MOTOR DAN MOTOR TEMPEL PASCA TSUNAMI DI DESA LAMPULO KOTA BANDA ACEH (Noningsih, 2020)