PERSELISIHAN PEMBAGIAN ALIRAN AIR BERSIH DI KECAMATAN KOTA BAHAGIA KABUPATEN ACEH SELATAN (STUDI KASUS DI GAMPONG UJONG GUNONG RAYEUK) | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    NULL

PERSELISIHAN PEMBAGIAN ALIRAN AIR BERSIH DI KECAMATAN KOTA BAHAGIA KABUPATEN ACEH SELATAN (STUDI KASUS DI GAMPONG UJONG GUNONG RAYEUK)


Pengarang

Rada Fitri Ardiana - Personal Name;

Dosen Pembimbing



Nomor Pokok Mahasiswa

1510101010018

Fakultas & Prodi

Fakultas Ilmu Sosial dan Politik / Sosiologi (S1) / PDDIKTI : 69201

Subject
-
Kata Kunci
-
Penerbit

Banda Aceh : Universitas Syiah Kuala., 2020

Bahasa

Indonesia

No Classification

-

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

ABSTRAK

Permasalahan yang dikaji dalam penelitian ini yakni perselisihan yang terjadi
dan dampak dari perselisihan pembagian aliran air bersih pada masyarakat. Serta cara
mengatasi perselisihan pembagian aliran air bersih pada masyarakat di gampong ujong gunong rayeuk kecamatan kota Bahagia kabupaten Aceh selatan. Metode yang digunakan adalah metode deskriptif kualitatif dengan Teknik pengumpulan data observasi, wawancara, dan dokumentasi. Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah teori konflik Ralf Dahrendorf yaitu antara masyarakat yang satu dengan yang lain sudah saling kenal, selain itu adanya keteraturan yang terdapat dalam masyarakat hanyalah disebabkan karena adanya tekanan atau pemaksaan kekuasaan dari atas oleh golongan yang berkuasa yang kemudian terjadilah kerjasama untuk meredakan konflik tersebut. Dari hasil penelitian ini ditemukan bahwa perselisihan pembagian aliran air bersih pada masyarakat di Gampong Ujong Gunong Rayeuk Kecamatan Kota Bahagia Kabupaten Aceh Selatan disebabkan oleh adanya ketidakadilan pembagian aliran air bersih dari satu dusun ke dusun yang lainnya. Aliran air bersih yang seharusnya didapatkan guna untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari ternyata tidak mendapatkan pembagian aliran air bersih sehingga menimbulkan kurangnya pemerataan dalam pembagian aliran air bersih tersebut yang berdampak pada masyarakat setempat. Oleh karena itu, diperlukan adanya musyawarah bersama antara Kepala Desa, Tokoh Masyarakat, masyarakat setempat, dan petugas pembagian aliran air bersih supaya perselisihan tersebut bisa diatasi dan tidak terjadi lagi. Selain itu, harus adanya pengeboran air supaya masyarakat tidak kekurangan air. Akan tetapi yang berperan utama dalam mengatasi perselihan tersebut adalah kesadaran dari masing masing masyarakat.

Kata kunci :Perselisihan, Pembagian Aliran Air Bersih, Gampong Ujong Gunong Rayeuk

ABSTRACK
The problems examined in this study are the disputes that occur and the impact of disputes over sharing clean water flows on communities. As well as ways resolving disputes regarding the distribution of clean water flow to the community in Gampong ujong Gunong Rayeuk, city sub-district, South Aceh district. The method used is a qualitative descriptive method with data collection techniques of observation, interviews, and documentation. The theory used in this research is Ralf Dahrendorf's conflict theory, namely that between people who are familiar with each other, besides that the existence of regularity in society is only caused by pressure or coercion of power from above by the ruling group which then results in cooperation for defuse the conflict. From the results of this study, it was found that the dispute over the distribution of clean water flow to the community in Gampong Ujong Gunong Rayeuk, Kota Bahagia District, South Aceh Regency was caused by an injustice in the distribution of clean water flow from one hamlet to another. The flow of clean water that should have been obtained in order to meet daily needs is not being shared with the flow of clean water, resulting in a lack of equity in the distribution of clean water flows which has an impact on the local community. Therefore, it is necessary to have a joint deliberation between the village head, community leaders, the local community, and the officer for distributing clean water flows so that these disputes can be resolved and do not happen again. In addition, there must be water drilling so that people do not lack water. However, the main role in overcoming these disputes is the awareness of each community.

Key word : Dispute over distribution of clean water flow, Gampong Ujong Gunong Rayeuk

Tidak Tersedia Deskripsi

Citation



    SERVICES DESK