MISKONSEPSI MATERI KONFIGURASI ELEKTRON BERDASARKAN KEMAMPUAN BERPIKIR FORMAL YANG DIALAMI PESERTA DIDIK SMA KELAS X | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    NULL

MISKONSEPSI MATERI KONFIGURASI ELEKTRON BERDASARKAN KEMAMPUAN BERPIKIR FORMAL YANG DIALAMI PESERTA DIDIK SMA KELAS X


Pengarang

MAULIDIA REZKI - Personal Name;

Dosen Pembimbing



Nomor Pokok Mahasiswa

1606103040069

Fakultas & Prodi

Fakultas KIP / Pendidikan Kimia (S1) / PDDIKTI : 84204

Subject
-
Kata Kunci
-
Penerbit

Banda Aceh : Universitas Syiah Kuala., 2020

Bahasa

Indonesia

No Classification

-

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

Kemampuan berpikir formal diperlukan dalam meningkatkan pemahaman konsep peserta didik pada materi konfigurasi elektron yang bersifat abstrak. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi KBF yang dimiliki peserta didik kelas X, miskonsepsi yang dialami peserta didik kelas X serta mencari adanya hubungan yang signifikan antara KBF dan miskonsepsi. Jenis penelitian ini adalah deskriptif kuantitatif. Populasi penelitian adalah peserta didik kelas X-XII di SMA Negeri 4 Takengon. Sampel penelitian ini adalah peserta didik kelas X IPA di SMA Negeri 4 Takengon sebanyak 87 peserta didik. Pengambilan sampel ditentukan dengan menggunakan teknik purposive sampling. Pengumpulan data penelitian menggunakan soal tes Test of Logical Thinking (TOLT) dan tes diagnostik two-tier multiple choices¬ materi konfigurasi elektron. Hasil analisis TOLT menunjukkan sebanyak 31,0% peserta didik telah mencapai kemampuan berpikir formal dengan kriteria ‘formal rendah”. Hasil analisis tes diagnostik yang terdiri dari 20 indikator soal menunjukkan sebesar 34,9% peserta didik mengalami miskonsepsi materi konfigurasi elektron dengan kriteria “rendah”. Miskonsepsi paling tinggi dialami peserta didik pada indikator “menentukan pola konfigurasi elektron berdasarkan aturan setengah penuh” yaitu sebanyak 47,1% dari 87 peserta didik. Hasil koefisien korelasi r = -0,818 menunjukkan adanya hubungan yang signifikansi antara KBF dan miskonsepsi dengan interpretasi “tinggi” dan bersifat berlawanan.

Tidak Tersedia Deskripsi

Citation



    SERVICES DESK