Electronic Theses and Dissertation
Universitas Syiah Kuala
NULL
RASIO SERANGAN HAMA TANAMAN KOPI (COFFEA ARABIKA L.) POLA PENGELOLAAN ORGANIK DAN NONORGANIK PADA KETINGGIAN TEMPAT DI KABUPATEN ACEH TENGAH
Pengarang
AZHARI MY - Personal Name;
Dosen Pembimbing
Nomor Pokok Mahasiswa
1509200190011
Fakultas & Prodi
Fakultas / / PDDIKTI :
Subject
Kata Kunci
Penerbit
Banda Aceh : Universitas Syiah Kuala., 2020
Bahasa
Indonesia
No Classification
-
Literature Searching Service
Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)
RINGKASAN
Azhari MY. Rasio serangan hama tanaman kopi arabika (Coffea arabica L.)
pola pengelolaan organik dan nonorganik pada ketinggian tempat di Kabupaten Aceh
Tengah. Di bawah bimbingan Bapak Husni sebagai pembimbing utama dan Bapak
Sapdi sebagai pembimbing anggota.
Kopi merupakan komoditi ekspor unggulan terpenting juga sebagai agent of
development yang memiliki kontribusi nyata dalam perekonomian Indonesia.
Budidaya kopi umumnya dikelola secara intensif untuk memacu produksinya, dengan
penggunaan pupuk, pestisida, dan herbisida yang mengancam kelestarian ekosistem,
terganggunya keanekaragaman hayati, resistensi dan resurgensi hama, meninggalkan
residu pada produk, dan bahaya bagi pengguna. Kendala yang sering dihadapi dalam
peningkatan produksi tanaman kopi adalah gangguan hama dan penyakit. Pada
dekade terakhir ini muncul sistem pertanian organik sebagai suatu alternatif untuk
menanggulangi krisis pertanian modern, yang ditujukan untuk mempertahankan
biodiversitas dan konservasi tanah. Selain pola pengelolaan, faktor abiotik juga
berperan penting terhadap penyebaran serangga hama terutama orientasi mencari
makanan, dan perubahan pada fisiologinya dalam merespon naik turunnya kondisi
atau perubahan lingkungan.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan tingkat serangan hama
pada pola perkebunan kopi yang dikelola secara organik dan nonorganik dengan
ketinggian tempat yang berbeda serta interaksi antara kedua faktor tersebut.
Penelitian ini dilaksanakan dari bulan Juli sampai dengan September 2017 di
Kabupaten Aceh Tengah. Rancangan yang digunakan adalah Rancangan Acak
Kelompok (RAK) pola faktorial 3 × 2 dengan dengan lima ulangan, sehingga
didapatkan 30 satuan percobaan. Ada dua perlakuan yang diuji yaitu perlakuan
ketinggian tempat yang terdiri dari tiga taraf yaitu K
1
i
= 800-1.000 mdpl; K
2
= 1.0001.200
mdpl;
K
3
= 1.200-1.400 mdpl. Sedangkan pola pengelolaan kebun kopi ada dua
taraf yaitu O = Organik; N = non-Organik. Hasil pengamatan menunjukkan pengaruh
yang nyata, maka dilanjutkan dengan pengujian Beda Nyata Terkecil (BNT) pada
Taraf 5%. Pengamatan yang dilakukan meliputi intensitas serangan PBKo, Kutu
Putih, Kutu Hijau, dan Penggerek Cabang.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa ketinggian tempat dan pola pengelolaan
kebun kopi berpengaruh sangat nyata terhadap intensitas serangan hama PBKo,
namun tidak berpengaruh nyata terhadap serangan hama Kutu Putih dan Kutu Hijau
karena suhu lingkungan tidak optimal untuk perkembangannya, sementara Penggerek
Cabang terjadi non probability sampel.
ii
Tidak Tersedia Deskripsi
TINGKAT SERANGAN HAMA PENGGEREK BUAH KOPI (HYPOTHENEMUS HAMPEI) PADA TANAMAN KOPI ARABIKA ORGANIK DAN ANORGANIK DI KABUPATEN ACEH TENGAH (Elka Mulyadi, 2019)
PENGARUH KETINGGIAN TEMPAT YANG BERBEDA TERHADAP INSIDENSI PENYAKIT AKAR TANAMAN KOPI ARABIKA (COFFEA ARABICA) DI KABUPATEN ACEH TENGAH (Sutan Maulana Yusuf, 2024)
BEBERAPA ASPEK BIOEKOLOGI PENGGEREK BUAH KOPI HYPOTHENEMUS HAMPEI FERRARI (COLEOPTERA: SCOLYTIDAE) PADA PERKEBUNAN KOPI RAKYAT DI KABUPATEN ACEH TENGAH (Juwita Fintasari, 2019)
KEBERADAAN PENYAKIT KARAT DAUN KOPI HEMILEIA VASTATRIX PADA BERBAGAI KETINGGIAN TEMPAT DI KABUPATEN ACEH TENGAH (Teguh Arkadinata, 2025)
ANALISIS PRODUKSI KOPI ARABIKA PADA BERBAGAI KETINGGIAN TEMPAT USAHA TANI KOPI DI KABUPATEN ACEH TENGAH (AHYAL MAULIDI, 2015)