KONFLIK SOSIAL MASYARAKAT GAMPONG BALEE DI ACEH BARAT DENGAN PT. MIFA BERSUDARA (STUDI KASUS MASYARAKAT GAMPONG BALEE KECAMATAN MEUREUBO KABUPATEN ACEH BARAT) | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    NULL

KONFLIK SOSIAL MASYARAKAT GAMPONG BALEE DI ACEH BARAT DENGAN PT. MIFA BERSUDARA (STUDI KASUS MASYARAKAT GAMPONG BALEE KECAMATAN MEUREUBO KABUPATEN ACEH BARAT)


Pengarang

NURWIRAHMATULLAH - Personal Name;

Dosen Pembimbing



Nomor Pokok Mahasiswa

1310101010060

Fakultas & Prodi

Fakultas Ilmu Sosial dan Politik / Sosiologi (S1) / PDDIKTI : 69201

Subject
-
Kata Kunci
-
Penerbit

Banda Aceh : Universitas Syiah Kuala., 2020

Bahasa

Indonesia

No Classification

-

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

Aceh merupakan salah satu provinsi yang banyak menyimpan kekayaan alam seperti minyak bumi, emas dan batubara yang diperoleh melalui kegiatan pertambangan. Salah satu kegiatan pertambangan yakni pertambangan batubara yang dikelola oleh PT. Mifa Bersaudara di Kabupaten Aceh Barat. PT. Mifa Bersaudara telah beroperasi sejak tahun 2012 hingga kini. Pemerintah setempat mengharapkan dengan adanya PT. Mifa Bersaudara ini dapat meningkatkan pendapatan daerah dan menciptakan lapangan kerja baru yang dapat membangun daerah setempat. Kenyataannya, polusi yang dihasilkan dari kegiatan pertambangan tersebut telah mencemari lingkungan sekitar, selain itu lapangan kerja yang ditawarkan masih tergolong minim sehingga membuat masyarakat resah. Hal inilah yang memicu terjadinya konflik antara masyarakat dengan pihak penambang. Adapun tujuan dari penelitian ini adalah: (1) untuk mengetahui bagaimana konflik yang terjadi antara masyaraat Balee dengan PT. Mifa Bersaudara serta (2) untuk mengetahui akar permasalahan konflik Masyarakat Balee dengan PT. Mifa Bersaudara. Untuk menganalisis penelitian ini, peneliti menggunakan teori konflik yang dicetuskan oleh Lewis Coser. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan teknik observasi, wawancara secara mendalam dan dokumentasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kehadiran kegiatan eksplorasi di Gampong Balee memang cenderung mengakitbatkan kekhawatiran masyarakat setemoat dengan adanya dampak langsung dari kegiatan pertambangan tersebut. Kemudian konflik yang terjadi antara masyarakat dan PT. Mifa Bersaudara dikarenakan kurangnya perhatian perusahaan terhadap masyarakat sekitar tambang yang lebih memilih pekerja luar daerah dibandingkan dengan pekerja yang ada di sekitar tambang.

Tidak Tersedia Deskripsi

Citation



    SERVICES DESK