MODEL BIAYA PERBAIKAN PADA RUMAH TINGGAL PASCA GEMPA DI KECAMATAN PINTU RIMEE, BANDAR DAN BUKIT KABUPATEN BENER MERIAH | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    SKRIPSI

MODEL BIAYA PERBAIKAN PADA RUMAH TINGGAL PASCA GEMPA DI KECAMATAN PINTU RIMEE, BANDAR DAN BUKIT KABUPATEN BENER MERIAH


Pengarang

Angga Hasnura - Personal Name;

Dosen Pembimbing



Nomor Pokok Mahasiswa

0904101010145

Fakultas & Prodi

Fakultas Teknik / Teknik Sipil (S1) / PDDIKTI : 22201

Penerbit

Banda Aceh : Fakultas Teknik., 2014

Bahasa

Indonesia

No Classification

1

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

ABSTRAK


Biaya mempunyai peran yang sangat kuat dalam kegiatan perbaikan bangunan. Beberapa elemen yang harus diperhitungkan dalam kegiatan perbaikan tersebut diantaranya adalah biaya perbaikan dan volume kerusakan. Dilihat dari segi hubungannya biaya perbaikan suatu bangunan akan semakin besar apabila volume kerusakan dari bangunan tersebut juga semakin besar. Seperti yang diketahui, besar volume kerusakan akan mengacu kepada besar volume material yang dibutuhkan, dari besar volume material yang dibutuhkan maka akan mempengaruhi biaya perbaikan. Pemodelan biaya merupakan salah satu metode untuk menghitung estimasi biaya. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan model biaya perbaikan rumah tinggal pasca gempa di kecamatan Pintu Rimee, Bandar dan Bukit kabupaten Bener Meriah. Penelitian ini menggunakan data sekunder yaitu 138 unit rumah rusak ringan dan 42 unit rumah yang mengalami rusak sedang yang diperoleh dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD). Sedangkan data sekunder lainnya berupa data biaya perbaikan dan data volume kerusakan yang didapat dari tim lapangan yang bekerja di bawah Jurusan Teknik Sipil Universitas Syiah Kuala dan bekerja sama dengan Pemda setempat. Variabel yang digunakan dalam penelitian ini yaitu biaya perbaikan sebagai variable terikat dan volume kerusakan sebagai variable bebas. Volume kerusakan yang digunakan adalah pada komponen bangunan yang dominan mengalami kerusakan yaitu pada Kolom (X1), Balok (X2), Ringbalk (X3), Dinding (X4), Plesteran (X5)dan Lantai (X6). Penelitian ini menggunakan metode statistik yaitu analisis regresi berganda Y=a+b1x1+b2x2, analisis koefisien korelasi KK=r, analisis determinasi (R²)dan validasi. Model biaya perbaikan yang dihasilkan untuk kategori rusak ringan adalah Y = 1.062.570 + 11.978.844,35X1 + 11.361.599,44X2 + 18.640.910,40X3 + 26.018,54X4 + 86.966,32X5 + 33.293,93X6, dengan korelasi sebesar 0,987, R² sebesar 97% dan nilai deviasi error < 15% dari 101 data yang lulus uji validasi awal. Model biaya perbaikan yang dihasilkan untuk kategori rusak sedang adalah Y = 6.449.379 + 8.992.849,88X1 + 14.360.566,29X2 + 13.890.427,79X3 + 7.571,08X4 + 77.747,13X5 + 136.135,62X6, dengan korelasi sebesar 0,961, R² sebesar 92% dan nilai deviasi error < 15% dari 30 data yang lulus uji validasi awal. Hasil statistik tersebut menyimpulkan bahwa model biaya perbaikan untuk kategori rusak ringan dan rusak sedang akurat dalam memprediksi biaya perbaikan dan layak untuk dijadikan acuan estimasi biaya perbaikan di semua kecamatan yang ada di kabupaten Bener Meriah.

Kata kunci : Perbaikan rumah, Volume kerusakan, Biaya perbaikan, Model biaya

Tidak Tersedia Deskripsi

Citation



    SERVICES DESK