Electronic Theses and Dissertation
Universitas Syiah Kuala
NULL
ANALISIS PENDAPATAN USAHATANI KACANG TANAH PROGRAM JAKA DI KECAMATAN KUALA BATEE KABUPATEN ACEH BARAT DAYA
Pengarang
Nizarwati - Personal Name;
Dosen Pembimbing
Nomor Pokok Mahasiswa
0205102020059
Fakultas & Prodi
Fakultas / / PDDIKTI :
Subject
Kata Kunci
Penerbit
Banda Aceh : Universitas Syiah Kuala., 2020
Bahasa
Indonesia
No Classification
-
Literature Searching Service
Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)
Nizarwati " Analisis Pendapatan Usahatani Kacang Tanah Program Jaka di Kecamatan Kuala Batee Kabupaten Aceh Barat Daya". Dibawah bimbingan Bapak Ir. T. Makmur, M.Si sebagai pembimbing utama dan Bapak Ir. M. Nassir Hawy, M.S sebagai pembimbing kedua.
Adapun permasalahan dalam penelitian ini adalah apakah usahatani kacang tanah program jaka yang dilaksanakan telah memberikan pendapatan yang layak bagi petani di Kecamatan Kuala Batee Kabupaten Aceh Barat Daya. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui besarnya pendapatan usahatani kacang tanah program jaka di Kecamatan Kuala Batee Kabupaten Aceh Barat Daya.Objek dalam penelitian ini adalah para petani yang mengusahakan komoditi kacang tanah program jaka. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode survey, Teknik pengambilan sampel pada tiap-tiap Desa sampel dilakukan secara Simpel Random Sampling sebesar 20 % dari jumlah populasi petani. Ruang lingkup penelitian ini terbatas pada penggunaan biaya dan manfaat.Berdasarka hasil analisis data, diperoleh pendapatan dari usahatani kacang tanah program jaka didaerah penelitian yaitu sebesar Rp 3.892.522,66 Per MT, sedangkan perhektar pendapatan yang diperoleh adalah sebesar Rp 10.159.928,63 per musim tanam. Bila dilihat dari total biaya produksi yang di keluarkan oleh petani dimana petani sampel sendiri tidak mengeluarkan biaya pengadaan benih dan biaya pengolahan lahan, karena biaya-biaya tersebut dibantu oleh pemerintah daerah, maka
rata-rata pendapatan yang diterima oleh petani meningkat dengan rata-rata pendapatan yaitu sebesar Rp 5.060.334,91 per MT atau sekitar Rp 13.208.052,62 Per Ha/MT.
Nilai RC Ratio sebesar 2,14. nilai tersebut lebih besar dari satu (RC>1) maka usahatani kacang tanah program jaka menguntungkan, yang berarti bahwa setiap penambahan biaya produksi sebesar satu satuan maka akan menambah penerimaan sebesar Rp 2,14. Sedangkan Break Event Poin (BEP) volume produksi terjadi pada saat produksi sebesar 568,12 Kg, dan Break Event Point (BEP) harga produksi terjadi pada saat harga produksi sebesar Rp 2801,21. Dari hasil analisis Return of Invesment (ROI) menunjukan bahwa kemampuan setiap rupiah biaya yang dikeluarkan dalam usahatani kacang tanah program jaka menghasilkan keuntungan sebesar 1,14 %.Adapun saran yang dapat penulis sampaikan yaitu, dalam rangka meningkatkan pendapatan, maka diharapkan kepada petani agar menggunakan pupuk untuk usahatani kacang tanah dan sebaiknya menggunakan pupuk organik sehingga nantinya mampu meningkatkan produksi dan pendapatan. Masyarakat khususnya petani harus mendukung setiap program pengembangan pertanian oleh pemerintah daerah, karena pengembangan pertanian yang dilakukan oleh pemerintah daerah sangat menguntungkan petani serta petani harus lebih proaktif pada saat penyuluh pertanian memberikan penyuluhan.
Tidak Tersedia Deskripsi
ANALISJS PENDAPATAN USAHATANI KACANG TANAH (ARACHIS HIPOGAEA) DI MUKIM LAMLHOM KECAMATAN LHOKNGA KABUPATEN ACEH BESAR (Ruli Rinaldi, 2020)
ANALISIS PENDAPATAN USAHATANI PADI SAWAH POLA TANAM PADI- KACANG TANAH DAN PADI- PADI DI KECAMATAN MANGGENG KABUPATEN ACEH BARAT DAYA (H A M D I, 2021)
ANALISIS PENDAPATAN USAHATANI KACANG TANAH DI KECAMATAN KUALA KABUPATEN NAGAN RAYA (Tuti Hajani, 2020)
ANALISIS PENDAPATAN USAHATANI KACANG TANAH DENGAN SISTEM PEMUPUKAN RHIZOBIUM DAN PEMUPUKAN KAPUR DOLOMIT (STUDI KASUS: KELOMPOK WANITA TANI DI DESA NAGA UMBANG) KECAMATAN LHOKNGA KABUPATEN ACEH BESAR (REZA MUNZIR , 2016)
ANALISIS OPSI USAHATANI DI KECAMATAN MONTASIK KABUPATEN ACEH BESAR (Ritadianti, 2021)