<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="86176">
 <titleInfo>
  <title>ANALISIS KOMODITAS UNGGULAN DI KABUPATEN PIDIE (STUDI KASUS SUB-SEKTOR TANAMAN PANGAN &amp; HORTIKULTURA)</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Rahmi</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Universitas Syiah Kuala</publisher>
   <dateIssued>2020</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Null</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>RAHMI   dengan  judul  Skripsi  &quot;Analisis  Komoditas  Unggulan  Di Kabupaten  Pidie  (Studi   Kasus  Sub-Sektor   Tanaman   Pangan   dan Hortikultura)&quot;,  dengan  pembimbing   utama  Bapak  Ir.  Azhar  A  Gani,  M.Sc,  dan pembimbing anggota  Bapak Dr. Ir. Ahmad Humam  Hamid, M.A.&#13;
Adanya  komoditi  unggulan  di  suatu  daerah  mencerminkan  potensi  sumber daya pertanian serta potensi ekonomi yang dimiliki daerah tersebut yang bisa dikembangkan   lebih   lanjut   untuk.  meningkatkan    pertumbuhan    ekonomi    daerah tersebut.   Guna  meningkatkan  pendapatan   dan  kesejahteraan   masyarakat   di  masa mendatang   pembangunan  ekonomi  Aceh  harus  lebih  diarahkan  pada  potensi  yang dimiliki  masing-masing  Kabupaten/Kota   yang  ada  di  Aceh.  Karenanya  sejak  tahun 2007 hingga  2012 mendatang  penggalokasian  dana baik yang bersumber dari APBD, DAU  muapun  DAK  akan  lebih difokuskan ke pengembangan  potensi yang  dimiliki daerah  bersangkutan.&#13;
Kabupaten Pidie merupakan bagian dari wilayah Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam    yang   menjadi   salah   satu   daerah/wilayah   penyumbang   pertumbuhan ekonomi   Provinsi  Nanggroe   Aceh   Darussalam   khususnya   dari   sektor   pertanian. Sektor   pertanian   sangat   mendominasi   struktur   perekonomian    Kabupaten    Pidie dengan   kontribusi  melebihi   65  persen  dalam   PDRB  Kabupaten   Pidie  sedangkan sektor non-pertanian  memberikan  kontribusi  sekitar 32 persen.&#13;
Adapun tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui komoditas unggulan tanaman    pangan   dan   hortikultura    di   Kabupaten   Pidie   periode   2001-2006   dan bagaimana  tingkat pertumbuhan  produksi dari komoditas  unggulan  tersebut.&#13;
Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data sekunder periode 2001-2006 yang diperoleh dari  instansi-instansi  seperti  Dinas Pertanian Tanaman Pangan&#13;
&amp; Hortikultura serta BPS Provinsi NAD. Data yang digunakan adalah data produksi tanaman pangan &amp; hortikultura  Kabupaten Pidie dan Provinsi NAD.&#13;
Penelitian  ini  menggunakan  metode  analisis  deskriptif kuantitatif,  dengan menggunakan   model  analisis  &quot;Location  Quotient   (LQ)&quot;  dengan  rumus  sebagia berikut:&#13;
LQ:    vi/ vt&#13;
Vi/Vt&#13;
&#13;
Sedangkan  untuk   mengukur   pertumbuhan   menggunakan   metode   Compounding&#13;
&#13;
Factor, dengan rumus sebagai berikut:&#13;
&#13;
Pn=P0(1+r)n &#13;
(1+r)=(pn/p0)1/n? r=(pn/p0)1/n-1x100%&#13;
Komoditas unggulan tanaman pangan dan hortikultura  Kabupaten Pidie tahun&#13;
&#13;
2001-2006 adalah:  kacang  hijau, bawang  merah, cabai  rawit,  cabai merah,  tomat, melinjo,  pisang,  melon,  semangka,  durian,  pepaya  dan  rambutan.  Pertumbuhan produksi rata-rata komoditas unggulan tanaman pangan dan  hortikultura tahun 2001-&#13;
2006 adalah  kacang  hijau  pertumbuhan    produksi  rata-rata  12,97  persen,  bawang merah 27,16 persen, cabai rawit -10,8, cabai merah 4,06 persen, tomat 4,76 persen, melinjo  -8,60  persen,  pisang  16,42  persen,  melon  -4,64  persen,  semangka 31,35 persen, durian 6,95 persen, pepaya 31,75 persen dan rambutan -0,81  persen.&#13;
Dengan    teridentifikasinya     komoditas    unggulan    tanaman    pangan    &amp;hortikultura    Kabupaten    Pidie    maka    pemertintah    daerah    diharapkan    untuk&#13;
mengembangkan komoditas unggulan daerah ini melalui perangkat-perangkat, kebijakan pembangunan ekonomi daerah seperti: pengalokasian anggaran bagi pengembangan komoditas unggulan, penyediaan sarana dan prasarana pertanian bagi peningkatan produksi komoditas unggulan serta menfasilitasi pemasaran komoditas unggulan tersebut. Sehingga dengan pengembangan komoditas unggulan akan mampu meningkatkan pendapatan daerah melalui kegiatan ekspor dan mampu mendorong pertumbuhan bagi  sub-sektor pertanian lainnnya  ataupun sektor-sektor ekonomi.</note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>86176</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2020-12-22 12:17:04</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2020-12-22 12:17:34</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>