HUBUNGAN TINGKAT DEPRESI DENGAN KADAR HBA1C PADA LANSIA PENDERITA DIABETES MELITUS TIPE 2 DI PUSKESMAS SEKUPANG KOTA BATAM | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    NULL

HUBUNGAN TINGKAT DEPRESI DENGAN KADAR HBA1C PADA LANSIA PENDERITA DIABETES MELITUS TIPE 2 DI PUSKESMAS SEKUPANG KOTA BATAM


Pengarang

CUT TASYA RAMADHANI - Personal Name;

Dosen Pembimbing



Nomor Pokok Mahasiswa

1707101010113

Fakultas & Prodi

Fakultas Kedokteran / Pendidikan Dokter (S1) / PDDIKTI : 11201

Subject
-
Kata Kunci
-
Penerbit

Banda Aceh : Universitas Syiah Kuala., 2020

Bahasa

Indonesia

No Classification

-

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

Diabetes melitus merupakan penyakit bersifat kronis, progresif dan berefek pada sistem hormon metabolik yang prevalensinya tinggi di tengah populasi lansia. Timbulnya depresi merupakan salah satu gangguan kejiwaan yang sering terjadi pada pasien diabetes, orang dengan depresi cenderung lebih rentan terhadap gaya hidup yang tidak sehat, sehingga komorbid depresi dengan diabetes memberikan efek buruk pada kualitas hidup penderitanya serta memperburuk komplikasi dan gejala. Kontrol glikemik yang optimal sebagai tujuan utama dari pasien Diabetes Melitus tipe 2 yang diukur dengan Hemoglobin A1c (HbA1c) sebagai penentu utama dari resiko komplikasi, dan juga angka mortalitas terkait diabetes. Penelitian ini bertujuan untuk megetahui hubungan antara tingkat depresi dengan kadar HbA1c pada lansia penderita Diabetes Melitus tipe 2 dengan menggunakan desain penelitian analitik observasional dan rancangan cross-sectional. Menggunakan tenik total sampling, jumlah responden sebanyak 42 lansia dari Puskesmas Belakang Padang Kota Batam telah diikutsertakan di penelitian ini pada bulan Agustus 2020. Tingkat depresi lansia dinilai menggunakan Geriatric Depression Scale-15 (GDS-15) sedangkan kadar HbA1c dinilai berdasarkan hasil pemeriksaan laboratorium. Hasil penelitian ini menunjukkan 29 lansia mengalami depresi dengan tingkat depresi terbanyak yaitu depresi ringan 17 orang (40,5%) serta kontrol HbA1c buruk didapat sebanyak 26 responden (61,9%). Hasil analisis uji Chi-Square didapatkan nilai p-value 0,002. Keseimpulan dari penilitian ini menunjukkan bahwa terdapat hubungan signifikan antara tingkat depresi dengan kadar HbA1c pada lansia penderita Diabetes Melitus Tipe 2 di Puskesmas Belakang Padang Kota Batam.


Kata Kunci: Tingkat Depresi, Kadar HbA1c, Lanjut usia, Diabetes Melitus tipe 2.

Tidak Tersedia Deskripsi

Citation



    SERVICES DESK