<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="86113">
 <titleInfo>
  <title>IMPLEMENTASI SISTEM PELAYANAN E-GOVERNMENT PADA KANTOR IMIGRASI KOTA BANDA ACEH</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>MIEN PUTRI</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Universitas Syiah Kuala</publisher>
   <dateIssued>2020</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Null</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Peraturan Presiden Nomor 95 Tahun 2018 tentang Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik  Pasal  1  ayat  (1)  menyebutkan  bahwa  penyelenggaraan  pemerintah harus  memanfaatkan  teknologi  informasi  dan  komunikasi  untuk  memberikan pelayanan,  untuk  melaksanakan  hal  tersebut  maka  Kantor  Imigrasi  Kota  Banda Aceh  telah  melaksanakan  pelayanan  berbasis  elektronik  yaitu  e-government dengan  peraturan  yang  telah  ditetapkan.  Dalam  kenyataannya  dari  sumber  situs lapor  go.id  masih  memiliki  permasalahan  yaitu  terkait  sumber  daya  waktu  yang dimiliki  oleh  Kantor  Imigrasi  dalam  hal  melayani  pemohon,  aplikasi  APAPO yang  down,  belum  ada  aplikasi  dialog  publik  untuk  peningkatan  pelayanan  e- government.  Skripsi  ini  bertujuan  untuk  mengetahui  dan  menjelaskan  tentang implementasi  sistem  pelayanan  e-government  serta  hambatan  dan  upaya  yang dilakukan  Kantor  Imigrasi  Kota  Banda  Aceh.  Teori  yang  digunakan  dalam penelitian  yaitu  teori  implementasi  dan  e-government.  Metode  penelitian  yang digunakan  bersifat  deskriptif  dengan  pendekatan  kualitatif.  Sumber  data  yang digunakan yaitu data primer yang diperoleh dari wawancara dan dokumentasi dan data  sekunder  yang  diperoleh  dari  kepustakaan.  Hasil  penelitian  menunjukan bahwa implementasi sistem pelayanan e-government pada Kantor Imigrasi belum sepenuhnya  berjalan  baik,  dimana  sumber  daya  waktu  dalam  proses  pelayanan lambat dikarenakan koneksi jaringan yang buruk mengakibatkan ketepatan waktu dalam  proses  pelayanan  menjadi  lebih  lama,  aplikasi  yang  mengalami  down sehingga menyulitkan dalam proses antrian  online  bagi masyarakat dan aparatur, dan  kurangnya  pemahaman  masyarakat  terhadap  pelayanan  yang  bersifat  online. Hambatan  yang  terjadi  dalam  implementasi  adalah  a)Hambatan  Internal; Aksesibilitas, b)Hambatan eksternal; kurangnya pemahaman masyarakat terhadap pelayanan  online.  Upaya  yang  harus  dilakukan  oleh  Kantor  Imigrasi  adalah meningkatkan  aksesibilitas  dan  mengaktifkan  website  guna  peningkatan sosialisasi  dalam  hal  informasi.  Disarankan  Kantor  Imigrasi  meningkatkan kesiapaan  jaringan  dan  aplikasi  dan  sosialisai  pelayanan  online  kepada masyarakat  serta  menciptakan  inovasi  baru  dalam  peningkatan  pelayanan  e- government.</note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>86113</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2020-12-21 12:05:31</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2020-12-22 09:41:40</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>