<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="85719">
 <titleInfo>
  <title>KEADAAN MASYARAKAT MISKIN DI DESA LAMPULO KECAMATAN KUTA ALAM KOTA BANDA ACEH</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Firman Ramadhan</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Universitas Syiah Kuala</publisher>
   <dateIssued>2020</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Null</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Kemiskinan  di Aceh  masih  saja  menjadi  nomor  dua  tertinggi  setelah  Papua. Peringkat  ini  didapat  dari  angka  kemiskinan di  aceh  sebesar   28,4  persen  (Tahun 2004).  Pasca  tsunami   meningkat dratis  menjadi   32,6  persen  pada  tahun  2005  dan pada  tahun  2006  menurun   menjadi  26,5  persen  serta  makin menurun   hingga  23,5 pada tahun 2008.  Hampir dapat  dipastikan  penurunan kemiskinan sebesar  9,1  persen di Aceh.  Kemiskinan  merupakan  salah  satu persoalan  mendasar yang  menjadi fokus dan perhatian utama pemerintah Indonesia Kemiskinan menyebabkan seseorang  atau sekelompok  orang  yang  tidak  mampu   memenuhi   hak-hak   dasarnya   seperti   tidak terpenuhinya kebutuhan  pangan,  kesehatan,  pendidikan,  perkerjaan,  perumahan,   air bersih,  pertanahan,   sumberdaya  alam   dan   lingkungan  hidup.   Berbagai  program penanggulangan   kemiskinan   sudah   dijalankan   Pemerintah,  namun   pengentasan kemiskinan  belum  mencapai  hasil  seperti  yang  di  harapkan.  Persentase kemiskinan memang   turun  dari  waktu  ke  waktu  namun  jumlah  penduduk miskin   di Indonesia pada  tahun  2009  masih  cukup  besar  yaitu  32,53 juta jiwa atau  sekitar  14,15  persen dari  total  penduduk.  Sebahagian besar  63,39  persen  penduduk miskin  ini tinggal di perdesaan sehingga  upaya pengentasan  kemiskinan  harus mulai dari desa Banda   Aceh  tidak   terlepas   dari  masalah   kemiskinan  dari  jumlah  224.209 Kepala  Keluarga  (KK)  masyarakat  yang  berdomisili  di Kota  Banda  Aceh,  sebanyak 7.853   KK   di  antaranya    merupakan    masyarakat   yang    hidup    di   bawah   garis kemiskinan.   Data   tersebut    diketahui    berdasarkan   hasil   sensus   penduduk    yang dilakukan Badan Pusat Statistik  (BPS) Kota Banda Aceh  tahun 2010. Pada penelitian ini,  objek  yang diambil  yaitu  di daerah  Desa Lampulo  Kecamatan  Kuta Alam  Banda Aceh. dengan  pertimbangan pada  penelitian  awal survey  lapangan mengindikasikan bahwa salah satu desa dengan  tingkat kemiskinan  terbanyak  terdapat di desa lampulo hal  ini dapat  dilihat  dari  tingkat  pendapatan, pekerjaan   dan  kemampuan  daya  beli masyarakat di desa lampulo tersebut.&#13;
Penelitian   ini bertujuan  (1)  untuk mengetahui  keadaan  kemiskinan   di  Desa lampulo  (2) keparahan   kemiskinan   di  Desa  Lampulo    Kecamatan  Kuta  alam  Kota Banda  Aceh.  Sedangkan   sumber  data  utama  yang  digunakan   dalam penelitian  ini adalah  data  sekunder   yang  diperoleh   dari  Badan  Pusat  Statistik  (BPS)  dan    data primer diperoleh dari pengamatan langsung dilapangan dan wawancara  dengan responden   menggunakan  alat  yatu  daftar   pertanyaan   (kuesioner).   Metode   analisis yang digunakan  untuk menganalisa data-data  kemiskinan  yang telah diperoleh  adalah analisis panel data dengan bantuan perangkat lunak Microsoft  2007 .Berdasarkan   hasil penelitian   dan  pembahasan   di  atas  bahwa  dapat  di  tarik kesimpulan   bahwa    masyarakat   di   Desa  Lampulo   sangat    miskin    hanya  6,09 persen miskin  hanya   4,8  persen   dan  hampir   miskin hanya   0,94  persen.   Dengan demikian masyarakat   dalam  tiga kategori  tersebut  hanya  2 persen.  kemiskinan dapat diukur  dengan  seberapa  mampu  ia menanggulangi  beban kehidupan yang  dinilai  dari pemenuhan  pengeluaran   keluarga.    Hasil   analisis    penghasilan   dan  pengeluaran masyarakat terlihat bahwa semua responden dapat  menutupi  pengeluarannya. Tidak satupun  responden memiliki pendapatan  lebih kecil dari pengeluarannya.&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
</note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>85719</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2020-12-16 11:03:09</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2020-12-16 11:05:56</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>